Universitas Negeri Makassar bantu Payabo Recycle olah sampah plastik

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Makassar (ANTARA) - Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Universitas Fajar membantu Kelompok Payobo Recycle Makassar yang mengolah limbah sampah plastik menjadi barang bernilai dengan penerapan teknologi mesin injeksi pneumatik.

"Teknologi ini kami kembangkan bukan hanya untuk menghadirkan mesin, tetapi juga membantu mitra meningkatkan kemampuan produksi, mengembangkan produk baru, dan mengelola proses secara mandiri," kata Ketua Tim Pelaksana Program Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) 2026 Fauziah di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.

Dosen Prodi Rekayasa Industri UNM itu menjelaskan, pengolahan sampah limbah plastik jenis High-Density Polyethylene (HDPE) dan Polypropylene (PP) yang selama ini dilakukan kelompok tersebut secara manual.

Padahal, limbah plastik memiliki potensi besar jika dikelola dengan teknologi tepat guna. Melalui inovasi ini, timnya ingin membuktikan bahwa sampah plastik dapat dikembalikan ke siklus produksi menjadi barang yang bernilai guna dan berdaya saing ekonomi.

Hasil dari limbah tersebut ditransformasi menjadi produk bernilai tinggi, mulai dari ecoboard, furnitur, hingga merambah ke produk eco fashion seperti bingkai kacamata.

"Teknologi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi mendukung pengurangan limbah plastik melalui prinsip ekonomi sirkular, serta berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab," tuturnya.

Inovasi yang diperkenalkan adalah Mesin Injeksi Pneumatik Semi Otomatis dilengkapi sistem kontrol suhu digital Proportional-Integral-Derivative (PID) dan sistem pneumatik terintegrasi.

Baca juga: Poltekbos Makassar inisiasi teknologi untuk tanggulangi limbah plastik

Baca juga: Anak muda Makassar sulap sampah plastik jadi BBM

Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat Program BIMA 2026 Fauziah (tengah) mengoperasikan hasil inovasi mesin injeksi pneumatik untuk pengolahan sampah plastik disaksikan Kelompok Payobo Recycle di Jalan Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-Dokumentasi Tim Pengabdian Program BIMA 2026. Mesin ini dirancang untuk mencetak material HDPE/PP menjadi produk berukuran presisi seperti bingkai kacamata dan aksesori jam tangan. Karena sebelumnya kelompok ini mengolah sampah plastik di tempatnya, Jalan Asrama Haji Sudiang, hanya menggunakan tungku LPG, tanpa kontrol suhu.

Dengan menggunakan cara manual itu, kelompok ini hanya bisa menghasilkan produk yang diproduksi sekitar 10 unit per pekan. Selain itu, risiko cacat produk sangat berpotensi terjadi seperti permukaannya melengkung, ukuran terlalu besar membuat produknya kurang rapi.

Dengan beralih ke produk eco-fashion yang lebih ringkas, Payabo Recycle kini dapat memangkas biaya pengiriman dan memperluas jangkauan pemasaran secara digital melalui platform e-commerce dan media sosial.

Selain alih teknologi alat, tim pengabdi memberikan pendampingan terpadu mencakup pengoperasian dan perawatan mesin, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), penyusunan SOP produksi, pengendalian mutu, hingga manajemen bisnis seperti perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), pencatatan stok, dan branding.

Program pengabdian ini hasil kolaborasi antara tim dosen pengabdi dengan Kelompok Payabo Recycle, serta mendapat dukungan pendanaan penuh dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM).

Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI (Kemdiktisaintek) melalui Program BIMA 2026 dengan UNM sebagai institusi pelaksana.

Program pengabdian ini berjudul Penerapan Teknologi Mesin Injeksi Pneumatik untuk Peningkatan Kapasitas Produksi dan Kemandirian Ekonomi Kelompok Payabo Recycle. Program ini dikerjakan Fauziah bersama dua anggota tim, yakni Muh Bhilal Halim dari UNM dan Muhammad Yusuf Ali asal Universitas Fajar.

Baca juga: KSM di Yogyakarta olah sampah plastik jadi bahan bakar alternatif

Baca juga: BRIN: Satu kilogram sampah plastik bisa diolah jadi 0,9 liter solar

Baca juga: Rappo Indonesia olah plastik kresek bekas jadi produk fesyen


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BMKG Sebut Titik Panas Paling Banyak di Kalbar, Musim Hujan Baru Mulai Oktober
• 14 jam lalu
0
thumb
“Sampai Citayem AC Mati, Panas Banget”, Penumpang KRL Bogor-Jakarta Kota Tertahan 1 Jam
• 23 jam lalu
0
thumb
20 Perjalanan KA Sempat Berhenti Luar Biasa Imbas Gempa Bantul, KAI Minta Maaf 
• 12 jam lalu
0
thumb
Pertama Ikut GIIAS Changan Kantongi 1.120 SPK, Nevo Q05 Terlaris
• 22 jam lalu
0
thumb
PDI-P Kirim Obat-obatan hingga Kebutuhan Ibu dan Anak untuk Korban Gempa NTT
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.