Makassar: Kerajaan Belanda meresmikan Konsulat Kehormatan untuk Sulawesi di Makassar pada Selasa, 18 Agustus 2026. Hal ini menandai babak baru dalam hubungan bilateral Belanda–Indonesia di kawasan Indonesia Timur.
Peresmian tersebut dihadiri Wakil Duta Besar dari Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Adriaan Palm, dan Konsul Kehormatan Osco Olfriady Letunggamu. Rangkaian kegiatan itu mencakup pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, serta Diplomatic Dinner Reception di Four Points by Sheraton Makassar.
Adriaan Palm menyampaikan tiga prioritas utama kehadiran Belanda di Makassar, yaitu ekonomi, budaya, serta hubungan antarmasyarakat. Dia juga mengumumkan rencana layanan visa at your doorstep secara berkala di Makassar, yang memungkinkan masyarakat Sulawesi mengajukan visa Belanda secara lokal tanpa harus melakukan perjalanan ke Jakarta, Bali, atau Surabaya.
“Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Uni Eropa–Indonesia (EU–Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) sebagai salah satu landasan penting untuk memperluas perdagangan dan investasi dua arah. Saat ini, Belanda merupakan investor terbesar kedelapan di Indonesia,” ujar Adriaan Palm dalam keterangan tertulis, Kamis, 20 Agustus 2026.
Wakil Duta Besar dari Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Adriaan Palm, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, dan Konsul Kehormatan Osco Olfriady Letunggamu.(Dok. Konsulat Belanda, Makassar)
Konsul Kehormatan Osco Olfriady Letunggamu menyampaikan Konsulat akan berperan sebagai jembatan aktif yang menghubungkan potensi Sulawesi dengan jaringan, pengetahuan, teknologi, serta peluang perdagangan, investasi, dan kerja sama yang lebih luas dengan Belanda. Di bidang ekonomi, fokus akan diberikan pada sektor pertanian, serta energi, kemaritiman, dan air.
“Hubungan antarmasyarakat antara Sulawesi dan Belanda juga akan diperkuat melalui kerja sama pendidikan tinggi dan berbagai kegiatan budaya,” ujar Osco.
(Putri Rosmalia Octaviyani)





Komentar (0)