Liputan6.com, Jakarta - Petugas Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Musfik, menjadi orang yang membantu polisi menemukan potongan tubuh korban mutilasi di aliran Kali Grogol, Depok.
Musfik saat itu sedang membersihkan sampah yang terbawa arus dari Kali Mampang hingga Grogol. Saat mengangkat tumpukan sampah yang tersangkut di bawah jembatan, dia mencurigai sebuah karung yang dikerubungi lalat dan mengeluarkan bau menyengat.
Advertisement
“Saya biasa membersihkan sampah yang terbawa arus di aliran kali, lalu saya angkat ke daratan untuk dibawa ke TPA,” kata Musfik, Kamis (20/8/2026).
Ketika memeriksa tumpukan sampah tersebut, Musfik menemukan karung mencurigakan.
“Ada kayak karung mencurigakan dan mengeluarkan bau ‘bengu’,” ujarnya.
Musfik kemudian melaporkan temuan tersebut kepada polisi. Tak lama berselang, petugas Polda Metro Jaya meminta bantuannya untuk mengangkat potongan tubuh yang diduga bagian dari korban mutilasi.
Petugas Inafis Polres Metro Depok kemudian datang ke lokasi, disusul tim Inafis Polda Metro Jaya.
Sebelum menemukan potongan kaki di Kali Grogol, Musfik juga dilibatkan dalam pencarian bagian tubuh korban di jemblongan Kali Licin Pitara.
Saat itu, polisi mengerahkan anjing pelacak atau K-9 untuk membantu pencarian. Namun, setelah lebih dari empat jam, pencarian yang melibatkan petugas SDA DPUPR, Polda Metro Jaya, dan polisi satwa belum membuahkan hasil.
Musfik kemudian mengaku meminta dua gelas kopi pahit dan sebatang rokok kretek kepada polisi. Dia meyakini kebiasaan tersebut dapat membantu pencarian.
“Waktu itu, saya bilang sama polisi untuk sediain dua gelas kopi pahit dan satu batang rokok kretek,” ucapnya.
Menurut Musfik, berdasarkan pengalamannya selama bertugas membersihkan sampah di aliran kali, potongan tubuh biasanya ditemukan tidak jauh dari lokasi awal pencarian.
“Saya bilang biasanya potongan tubuh akan muncul dan tidak jauh dari lokasi awal pencarian, sekarang ketemu kan,” tuturnya.





Komentar (0)