Wali Kota Bandung Kesal Pembangunan BRT Bikin Macet

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku kesal dengan pembangunan transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT) yang membuat kemacetan di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung. Farhan pun akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyelesaikan masalah itu.

"Kalau BRT kenapa saya kelihatan yang galak ke BRT karena konsekuensinya berat. Salah satunya yang terjadi pembangunan separator kan BRT tuh pakai separator," ucap dia di Bandung, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga
  • Digusur untuk BRT, Pedagang Terminal Cicaheum Bertahan karena Kompensasi dan Relokasi Belum Jelas
  • Pemkot Bandung Siap Tanggung 42 Persen Subsidi BRT Cekungan Bandung
  • Kemenhub Luncurkan BRT Listrik Mebidang, Solusi Kemacetan Medan
Farhan melanjutkan pembangunan separator tanpa perluasan jalan hanya akan menyebabkan kemacetan. Ia mengaku akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat mengatasi masalah itu.

"Kan BRT tuh pakai separator tanpa perluasan jalan, macet moal? Macet," kata dia.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Ia mencontohkan di Jalan Kosambi akan memakai separator untuk BRT hanya akan menyebabkan kemacetan. Farhan berharap terdapat perubahan desain BRT.

"Ya kita lagi negosiasi aja. Harus ada perubahan desain itu secara engineering," kata dia.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bakom Tegaskan Pendaftaran Bansos dari 200 Hari Kini Dipangkas Jadi 5 Menit
• 18 jam lalu
0
thumb
Dua Warga Tertabrak KRL, Pramono: Pemprov DKI dan KAI Harus Cari Solusi Bersama
• 13 jam lalu
0
thumb
Lansia 80 Tahun Tewas Terserempet KRL di Tebet, Sempat Terlihat Berjalan di Pinggir Rel
• 15 jam lalu
0
thumb
Dana Bencana NTT Rp44 Miliar Bisa Ditambah, Purbaya Tunggu Laporan Pemda
• 23 jam lalu
0
thumb
Kabar Terbaru Kasus Pembunuhan Bocah Disabilitas di Merauke, Ayah Jadi Tersangka
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.