HARIAN.FAJAR.CO.ID, SLEMAN — Laga uji coba PSM Makassar menghadapi PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (20/8/2026), berakhir imbang 1-1.
Pertandingan tersebut digelar secara tertutup dan menjadi agenda uji coba terakhir PSM Makassar selama menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta.
Laga berlangsung dengan format berbeda dari pertandingan pada umumnya. Kedua tim bermain dalam tiga babak dengan durasi masing-masing 40 menit.
Format tersebut memberikan kesempatan kepada pelatih untuk memberikan menit bermain secara lebih merata sekaligus menguji kondisi fisik pemain sebelum kompetisi resmi dimulai.
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, menilai format 3×40 menit membuat hampir seluruh pemainnya mendapatkan kesempatan bermain cukup panjang.
“Ya, saya pikir hari ini adalah pertandingan yang berguna. Kita bermain 3×40 menit, yang artinya hampir setiap pemain tampil lebih dari 60-70 menit. Itu hal penting di fase pramusim seperti ini,” ujar Huistra.
PSM Berikan Perlawanan Ketat
Huistra juga mengakui PSM Makassar memberikan perlawanan ketat sepanjang pertandingan.
Intensitas yang ditunjukkan Juku Eja dinilai menjadi simulasi penting bagi PSS sebelum menghadapi kompetisi resmi.
“PSM juga memberikan perlawanan yang ketat, jadi intensitas pertandingannya cukup tinggi. Hal seperti inilah yang akan kita hadapi di Liga 1, jadi sangat bagus bisa merasakan atmosfer tersebut sejak laga uji coba pramusim,” tuturnya.
Selain mengukur kondisi fisik pemain, pertandingan tersebut juga dimanfaatkan Huistra untuk melakukan eksperimen.
Sejumlah pemain dicoba di posisi berbeda untuk melihat kemungkinan alternatif yang dapat digunakan ketika kompetisi resmi berlangsung.
“Saya suka jika pemain bisa tampil di beberapa posisi berbeda. Saya selalu berusaha mencari pendekatan baru. Masa pramusim adalah momen yang tepat untuk melakukan eksperimen tersebut,” jelasnya.
Menurut Huistra, eksperimen semacam itu memang lebih mudah dilakukan pada masa pramusim. Setelah kompetisi dimulai, ruang untuk mencoba banyak perubahan akan semakin terbatas.
“Jika kompetisi resmi sudah berjalan, sulit untuk terlalu banyak mencoba-coba. Jadi hari ini adalah kesempatan bagus untuk merotasi beberapa pemain di posisi baru,” sambungnya.
Pemain Asing Mulai Kembali
PSS juga mendapatkan kabar positif dari kembalinya sejumlah pemain asing.
Melvyn Lorenzen akhirnya mendapat kesempatan bermain setelah sebelumnya sempat mengalami masalah cedera.
“Ya, pertandingan pertama. Dia (Melvyn Lorenzen) sempat ada sedikit masalah cedera, jadi bagus bisa menurunkannya hari ini,” ungkap Huistra.
Christophe Nduwarugira juga kembali bergabung setelah menyelesaikan persoalan administrasi visa.
“Senang juga melihat Chris (Christophe Nduwarugira) kembali bermain setelah menyelesaikan urusan visanya. Sangat menyenangkan melihat mereka mulai bergabung dengan tim,” pungkasnya.
Jadi Evaluasi Terakhir PSM
Bagi PSM Makassar, pertandingan melawan PSS menjadi bagian penting dari evaluasi akhir selama TC di Yogyakarta.
Sebelumnya, Pasukan Ramang meraih kemenangan 3-1 atas Persita Tangerang dan kalah 0-1 dari Borneo FC dalam dua uji coba sebelumnya.
Hasil imbang 1-1 melawan PSS sekaligus menjadi penutup rangkaian pertandingan PSM selama pemusatan latihan.
Anggota Komunitas VIP Utara (KVU), Sulyadi Abbas, sebelumnya berharap laga tersebut benar-benar dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi oleh tim pelatih dan manajemen.
Menurutnya, pertandingan terakhir pramusim seharusnya bisa memberikan gambaran lebih jelas mengenai kesiapan skuad menghadapi musim baru.
“Ini harus dimaksimalkan. Pelatih dan manajemen harus bisa melihat seperti apa performa pemain dan seperti apa kebutuhan klub. Karena ini akan menjadi gambaran juga untuk PSM musim depan,” ujarnya kepada FAJAR.
Sulyadi juga berharap para pemain sudah mulai menunjukkan kekompakan setelah menjalani rangkaian latihan selama TC.
“Jadi trial besok itu mudah-mudahan pemain sudah kompak. Baik dalam hal bertahan, menyerang, dan sebagainya, itu seharusnya sudah sesuai harapan pelatih,” lanjutnya.
Dari sisi komposisi pemain, Sulyadi melihat PSM musim ini memiliki kekuatan yang lebih baik dibandingkan musim sebelumnya.
“Kalau komposisi pemain saya lihat sudah lebih baik dari musim lalu. Karena kekurangan yang terjadi musim sebelumnya kelihatannya memang sudah dibenahi. Jadi mudah-mudahan prestasi PSM musim depan jauh lebih baik,” ucapnya.
Optimisme serupa disampaikan Sekjen Red Gank, Sadakati Sukma. Ia menilai evaluasi tetap menjadi bagian penting dalam persiapan klub.
“Evaluasi itu memang keharusan bagi semua klub, termasuk PSM. Tetapi saya merasa optimis, PSM musim depan ini bisa bicara banyak musim depan,” ungkapnya.
Hasil 1-1 melawan PSS menjadi catatan terakhir PSM selama TC di Yogyakarta. Selanjutnya, Darije Kalezic dan anak asuhnya harus memanfaatkan waktu tersisa untuk mematangkan komposisi dan taktik sebelum Super League 2026/2027 bergulir.






Komentar (0)