MacBook Air Mulai Langka di Indonesia, Apakah Karena Masalah Memori di Baliknya?

katadata.co.id
53 menit lalu
Cover Berita

MacBook Air kini makin sulit didapat, baik secara online maupun di toko langsung. Kondisi ini tidak hanya terasa secara global, di Indonesia pun juga terjadi hal serupa.

Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, pada Kamis (20/8). MacBook Air dengan chip M1, M2, dan M3 mulai langka. Di toko fisik iBox yang berada di Depok dan Jakarta Timur, stok MacBook Air dengan varian chip tersebut tidak ditemukan.

Sebelumnya MacBook Air dengan chip M1 hingga M3 sempat masih dijual mulai dari kisaran Rp 6,5 juta hingga Rp 16 juta dan Rp 20 juta. Saat ini varian MacBook ini sudah sulit didapatkan dalam kondisi baru.

Saat ini toko fisik iBox lebih banyak menjual varian terbaru yaitu MacBook Neo di harga berkisar mulau dari Rp 12,9 juta hingga Rp 15,3 juta tergantung kapasitasnya. Meski dijual dengan harga terjangkau, laptop termurah Apple yang diluncurkan sejak Mei 2026 ini tidak lagi mengandalkan chip M1 atau M2 bahkan M2, melainkan chip Apple A18 Pro.  

Chip Apple A18 Pro merupakan prosesor buatan Apple berteknologi 3-nanometer generasi kedua. Chip ini digunakan pada iPhonr 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max.

Tak hanya itu, laptop lain yang masih tersedia juga hanya MacBook pro yang dibanderol mulai dari Rp 27 juta yang ditenagai dengan chip M5, M4 pro, dan M4 Max. Begitu juga dengan laptop varian pro lainnya seperti MacBook Pro M5 yang dibanderol berkisar mulai dari Rp 48 juta hingga Rp 58 juta.

Sementara itu, di situs resmi iBox, ketersediaan MacBook Air juga sudah tidak ada. Laptop termurah dari Apple hanya ada seri Macbook Neo yang dibanderol mulai dari Rp 12,8 juta.

MacBook Air hanya tersedia yang berukuran 15 inci yang dilengkapi chip M5 dan dibaderol mulai dari Rp 28,7 juta. Sementara MacBook Air dengan ukuran 13 inci dengan chip M5 dibanderol mulai dari Rp 24,9 juta.  

iBox masih mengiklankan laptop varian termurahnya yaitu MacBook Air yang ditenagai chip M1 yang dibanderol seharga Rp 5,9 juta Namun stok barang juga sudah tidak tersedia.

Lalu apa yang menyebabkan kelangkaan MacBook Air ini?

MacBook Air mulai menghadapi persoalan pasokan di tengah krisis memori global yang dipicu melonjaknya kebutuhan industri kecerdasan buatan alias AI. Sejumlah konfigurasi MacBook Air kini membutuhkan waktu pengiriman lebih lama, sementara Apple juga telah mengakui adanya tekanan pasokan pada lini Mac.

Laporan TechRadar pada Jumat (14/8) menyebut sebagian konfigurasi MacBook Air mengalami waktu tunggu dua hingga tiga minggu. Untuk model dengan RAM 32 GB, waktu tunggunya bahkan mencapai empat hingga lima minggu. TechRadar mengaitkan kondisi tersebut dengan kelangkaan RAM global yang semakin menekan pasokan Apple.

Pasokan Bermasalah dan Krisis RAM

Tekanan pasokan Mac sebenarnya bukan fenomena yang baru muncul pada Agustus 2026. Apple telah mengakui persoalan tersebut dalam laporan kinerja dan paparan kepada investor.

Dalam earnings call kuartal II fiskal 2026 pada April lalu, CEO Apple Tim Cook mengatakan permintaan terhadap beberapa produk Mac lebih tinggi dari perkiraan perusahaan. MacBook Neo, Mac mini, dan Mac Studio menjadi sejumlah produk yang menghadapi keterbatasan pasokan.

“Perusahaan memperkirakan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaah Mac akan terus berlanjut selama beberapa bulan,” demikian pernyataan Cook dalam earnings call tersebut.

Bahkan, Cook menyebut permintaan MacBook Neo berada pada level yang sangat tinggi. Kondisi tersebut membuat Apple kesulitan menyeimbangkan pasokan dengan permintaan.

“Terdapat antusiasme yang luar biasa terhadap MacBook Neo yang diluncurkan pada Maret 2026 yang menghadirkan cara baru dalam menikmati pengalaman menggunakan Mac dengan harga yang sangat menarik,” katanya.

Pada periode yang sama, bisnis Mac Apple diketahui mencatat pendapatan US$ 8,4 miliar atau Rp 149,8 triliun (kurs Rp 17.936 per dolar AS) naik 6% secara tahunan. Cook mengaitkan sebagian peningkatan tersebut dengan permintaan MacBook Neo meski ada kendala pasokan.

Kelangkaan RAM telah memengaruhi sejumlah produk Apple. Pada beberapa konfigurasi Mac, semakin besar kapasitas memori yang dipilih konsumen, semakin panjang pula estimasi waktu pengirimannya.

Tekanan tersebut kemudian semakin terlihat pada MacBook Air. Mengutip TechCrunch, chip memori global mulai memengaruhi ketersediaan MacBook Air, yang merupakan salah satu produk Mac paling populer Apple.

Persoalan pasokan menjadi semakin menarik karena terjadi ketika penjualan Mac Apple justru sedang kuat. Dalam laporan kinerja kuartal III fiskal 2026 yang berakhir 27 Juni 2026, Apple mencatat pendapatan kuartalan sebesar US$ 109,4 miliar atau Rp 1.951,2 triliun, naik 16% secara tahunan.

Bisnis Mac juga mencatat rekor pendapatan untuk kuartal Juni 2026 sebesar US$ 10,4 miliar atau Rp 185,49 triliun atau naik 29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang kuatnya permintaan terhadap MacBook Neo dan MacBook Pro.

Apple Mulai Cari Alternatif Pasokan

Besarnya tekanan pasokan membuat Apple dilaporkan mencari sumber memori alternatif. Mengutip Reuters, Minggu (9/8), Agustus melaporkan Apple sedang menguji chip memori buatan perusahaan China ChangXin Memory Technologies (CXMT) untuk digunakan pada sejumlah produk, termasuk iPhone dan MacBook.

Langkah tersebut dilaporkan berkaitan dengan upaya Apple mengatasi kekurangan komponen yang dipicu lonjakan permintaan akibat booming AI.

Menurut laporan tersebut, Apple telah melakukan pembicaraan awal dengan CXMT dan mempertimbangkan penggunaan chip tersebut. Terutama untuk perangkat yang dijual di China.

Namun, Reuters menegaskan laporan tersebut belum diverifikasi secara independen. Apple dan CXMT juga belum memberikan komentar mengenai laporan tersebut.

Sebelumnya, Reuters secara eksklusif melaporkan bahwa CXMT sedang mempertimbangkan pembangunan pabrik chip memori kedua di Beijing. Pembangunan pabrik ini untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Produsen laptop HP dan Acer telah mulai menggunakan chip memori CXMT pada perangkat yang dijual di luar Amerika Serikat. Ini dilakukan untuk mengatasi masalah kekurangan pasokan.

 

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Merger Paramount dan Warner Bros Ancam Ribuan Pekerjaan di Los Angeles
• 2 jam lalu
0
thumb
Pasukan AS Diduga Diam-Diam Bantu Kapal Tanker Lintasi Selat Hormuz
• 10 jam lalu
0
thumb
Buruh di Kampung Bandan Jakut Mogok Kerja, Lebih dari Sebulan Bertahan di Tenda
• 5 jam lalu
0
thumb
Masuk Wilayah 3T, Wamensos Ingin Sekolah Rakyat Segera Dibangun di Sumba Timur
• 23 jam lalu
0
thumb
Pria Paruh Baya Tewas Tertemper Kereta di Tebet, Perjalanan KRL Terganggu | KOMPAS SIANG
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.