Mentan Andi Amran Turunkan Tim Ahli untuk Atasi Penyakit Bangkalan yang Mengancam Durian Sulawesi Tengah

pantau.com
46 menit lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memastikan segera menurunkan tim ahli untuk menangani penyakit bangkalan yang menyerang tanaman durian di Sulawesi Tengah dan berdampak terhadap kualitas serta produksi buah.

Langkah tersebut diambil setelah petani durian Sulawesi Tengah menyampaikan keluhan dan meminta pemerintah menghadirkan tenaga ahli yang memiliki kemampuan khusus menangani penyakit bangkalan.

"Saya turunkan tim, saya sudah perintahkan,” kata Andi Amran Sulaiman seusai memberikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-45 dan Wisuda Universitas Tadulako periode ke-138 di Palu, Kamis.

Pemerintah Siap Datangkan Ahli dari Luar Negeri

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian merespons langsung aspirasi yang disampaikan perwakilan petani durian Sulawesi Tengah terkait penyakit bangkalan.

Penyakit tersebut menyebabkan buah durian jatuh dari pohon sebelum mencapai tingkat kematangan yang semestinya sehingga berujung pada penurunan produksi petani.

Pemerintah menilai persoalan itu perlu segera ditangani mengingat durian asal Sulawesi Tengah telah berhasil menembus pasar ekspor Tiongkok.

Andi Amran kemudian memerintahkan jajaran terkait segera mencari tenaga ahli yang mempunyai kompetensi khusus dalam mengatasi penyakit bangkalan.

Pemerintah juga menyatakan siap membiayai tenaga ahli tersebut, termasuk mendatangkan ahli dari luar negeri apabila diperlukan.

"Sudah, hubungi itu, cari, turunkan. Negara yang biayai selama ada ahlinya. Bila perlu dari luar negeri. Cari ahli bidang itu,” ujar Andi Amran.

Bangkalan Jadi Momok Petani Durian

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan penyakit bangkalan menjadi salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan petani durian kepada pemerintah daerah.

"Bangkalan menjadi momok bagi petani durian, hingga kini belum ada obat-obatan mengatasi penyakit itu," ujar Anwar.

Penyakit bangkalan disebut dapat menyebabkan penurunan kualitas sekaligus produksi buah durian di Sulawesi Tengah.

Petani selama ini telah melakukan sejumlah langkah pengendalian, antara lain sanitasi kebun dan pengaturan tingkat kelembaban di area perkebunan.

Upaya lainnya dilakukan melalui penerapan pemupukan secara berimbang serta penggunaan fungisida dan biopestisida secara rutin.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura juga melakukan penelitian untuk menemukan solusi terhadap penyakit tersebut.

Dinas TPH Sulawesi Tengah menjalin kerja sama riset dengan Universitas Alkhairaat Palu untuk menciptakan penangkal penyakit yang menyerang buah durian.

Produksi Durian Sulteng Capai 95.140 Ton

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah, luas perkebunan durian di provinsi tersebut mencapai sekitar 36 ribu hektare.

Dari luas tersebut, sekitar 12 ribu hektare kebun durian telah memasuki tahap produksi.

Data Badan Pusat Statistik tahun 2025 mencatat produksi durian Sulawesi Tengah mencapai 95.140 ton yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Kabupaten Poso dan Kabupaten Parigi Moutong tercatat sebagai dua sentra produksi durian terbesar di Sulawesi Tengah.

Dengan luas perkebunan mencapai puluhan ribu hektare dan keberhasilan durian Sulawesi Tengah menembus pasar ekspor Tiongkok, penanganan penyakit bangkalan menjadi penting untuk menjaga kualitas dan produktivitas komoditas tersebut.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mensos Buka Suara soal Gaji Rp3 Juta Masuk Desil 10, Ternyata Bukan Penentu Tunggal
• 13 jam lalu
0
thumb
BMKG Catat Ada 3.055 Gempa Susulan di NTT, 88 Dirasakan Manusia
• 18 jam lalu
0
thumb
Pembiayaan EV BCA Finance Naik Tajam, Kini Kuasai hingga 20% Portofolio
• 23 jam lalu
0
thumb
Nguyen Xuan Son Menggila, Vietnam Hajar Malaysia dan Melaju ke Final Piala AFF 2026
• 11 jam lalu
0
thumb
Korban Tewas Tertabrak KRL Duri-Tangerang Seorang Pelajar
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.