-
-
-
-
-
Roy Suryo melontarkan sindiran keras kepada pihak kejaksaan dan kepolisian dalam sidang praperadilan keempat yang digelar hari ini. Ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Roy Suryo menyebut sikap termohon dan turut termohon yang tidak menghadirkan saksi maupun ahli dalam persidangan sebagai bentuk ketidakdewasaan.
"Apa yang dilakukan oleh kejaksaan dan juga oleh kepolisian ini menunjukkan bahwa mereka itu adalah berperilaku tidak dewasa. Kenapa tidak berani menghadapi ini dengan menghadirkan saksi dan juga ahli?" ujar Roy Suryo kepada awak media (20/08/2026)
Tak berhenti sampai di situ saja, Roy Suryo kemudian membuat analogi antara sikap tersebut dengan perilaku anak-anak yang hanya bisa bermain, khususnya bermain karet.
"Kalau anak-anak, itu bisanya hanya bermain. Bermain apa misalnya? Mainan karet. Siapa anak-anak yang mainan karet? Yaitu anak-anak yang tidak pernah dewasa... jadi wawancara sambil mainan karet" katanya sambil disambut tawa
Baca Juga: Heru Subagia Tantang Denny Indrayana: "Saya Cari Ijazah Gibran, Tolong Siapkan Duit Rp1,05 Miliar!"Ia sempat menegaskan bahwa sindiran tersebut tidak ditujukan kepada pihak tertentu secara eksplisit.
"Saya hanya bilang mainan karet loh ya. Tapi saya enggak nyebut siapanya," ujarnya.
Menariknya, sebelum melontarkan sindiran tersebut, ia lebih dulu menyinggung soal perbedaan antara proses menua dan menjadi dewasa.
"Tua itu adalah suatu keniscayaan tapi dewasa itu adalah suatu pilihan. Orang mungkin gak menjadi dewasa," katanya, sembari menyimpulkan bahwa sikap kejaksaan dan kepolisian yang enggan menghadirkan saksi dan ahli dalam praperadilan ini mencerminkan ketidakdewasaan tersebut.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa hari ini pihaknya melihat ketidakdewasaan dari pihak termohon dan turut termohon dalam menghadapi proses praperadilan.






Komentar (0)