Grid.ID - Darius Sinathrya mengaku memiliki perasaan campur aduk setelah anak-anaknya harus meninggalkan rumah untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengejar impian mereka. Di satu sisi, ia merasa senang karena anak-anaknya mendapatkan kesempatan untuk menjalani pilihan dan masa depan yang mereka inginkan. Namun, di sisi lain, kepergian mereka membuat suasana rumah terasa lebih sepi.
Darius mengatakan, dirinya tetap merasa bahagia melihat anak-anaknya memiliki kesempatan untuk menentukan jalan hidup masing-masing. Menurutnya, kesempatan tersebut merupakan bagian penting dari proses mereka untuk berkembang dan mengejar cita-cita di tempat yang dianggap paling sesuai.
"Ya di satu sisi senang juga, senang karena anak-anak bisa dapat kesempatan buat jalanin apa yang mereka mau gitu ya, mengejar impiannya merekalah gitu, mungkin di tempat yang memang itu terbaik gitu ya," ujar Darius Sinathrya di kawasan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Meski mendukung keputusan anak-anaknya, Darius tidak menampik bahwa kondisi tersebut juga membuat dirinya merasa kehilangan suasana yang selama ini ada di rumah. Ia mengaku harus beradaptasi dengan keadaan ketika rumah tidak lagi seramai sebelumnya.
"Tapi di sisi lain pasti juga sedih dan sepi gitu, apalagi kayak sekarang gitu di rumah sendirian, momen buat berlimanya juga cuma sebentar gitu," sambungnya.
Menurut Darius, kondisi tersebut tetap harus dijalani meski tidak mudah. Ia memilih untuk mengisi kesehariannya dengan berbagai kegiatan agar tidak terlalu larut dalam rasa sepi setelah anak-anak meninggalkan rumah.
"Jadi kayak belum cukuplah waktunya tapi ya mau nggak mau kan harus dijalani ya jadi cari-cari kegiatan," kata Darius.
Darius juga menceritakan bagaimana dirinya memberikan perhatian kepada anak-anak ketika mereka harus berangkat sendiri-sendiri. Tahun ini menjadi momen yang berbeda karena Lio dan Diego tidak lagi berangkat ke tempat yang sama. Sebelumnya, keduanya terbiasa pergi bersama sehingga perpisahan kali ini terasa berbeda bagi keluarga.
"Kalo momen nganter biasanya banyak pesan-pesan gitu karena apalagi kalo mereka sendiri gitu dan tahun ini jadi momen pertama buat Lio dan Diego berangkat masing-masing sendiri karena biasanya mereka selalu bareng kan berdua tapi tahun ini Lio harus ke negara lain, Diego masih stay di Portugal jadi terpisah-pisah tuh berangkatnya sendiri-sendiri momennya juga beda-beda jadi lebih banyak pesen lebih banyak didoain gitu ya," ungkapnya.
Selain memberikan pesan, Darius juga semakin sering mendoakan anak-anaknya. Ia memahami bahwa ketika mereka berada jauh dari rumah, orang tua tidak bisa selalu berada di sisi mereka untuk membantu secara langsung. Karena itu, doa menjadi salah satu bentuk dukungan yang terus diberikan.
Sementara itu, suasana berbeda terjadi ketika Darius menjemput anak-anak. Momen tersebut lebih banyak diisi dengan rasa rindu setelah mereka menjalani aktivitas masing-masing dalam waktu yang cukup lama.
"Ngingetin apa yang harus mereka siapin segala macem gitu kalo jemput biasanya ya momen kangen-kangenan dan ya pasti apa ya kita terbiasa physical touch di di keluarga gitu jadi pasti pelukan kasih tanda salib di jidat gitu doain mereka gitu-gitu sih," jelasnya. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)