BYD disinyalir tengah menyiapkan infrastruktur pendukung pengisian daya eksklusif untuk mobil listrik buatannya di Indonesia. Ini terlihat dari beberapa jawatan yang tengah dibuka untuk pengembangan Flash Charging di dalam negeri.
Aplikasi khusus pencatat karir dan pencarian kerja seperti LinkedIn, BYD Indonesia menawarkan berbagai posisi strategis di tubuh perusahaan. Paling menarik bila menilik bagian Commercial and Partnership Executive atau Business Operation Manager.
Pada masing-masing kolom deskripsi mencantumkan keterangan menyangkut fasilitas Flash Charging BYD. Pabrikan sepertinya sedang mengumpulkan para insinyur hingga sumber daya manusia pendukung sebelum menjalankan fasilitas tersebut di Tanah Air.
Konsep flash charging ala BYD ini sudah mulai berjalan di negara asalnya. Kendaraan listrik yang menggunakan teknologi ini diklaim dapat mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen hanya dengan durasi hanya sekitar lima menit.
Menariknya, performa pengisian daya juga diklaim tetap stabil dalam kondisi suhu ekstrem. Bahkan pada suhu minus 30 derajat Celsius, proses pengisian dari 20 persen hingga 97 persen hanya bertambah sekitar tiga menit dibandingkan dengan kondisi suhu normal.
Pengembangan infrastruktur dari BYD itu juga sejalan dengan perilisan teknologi Blade Battery generasi ke-2 untuk kendaraan elektrifikasi pabrikan ke depannya. Fokusnya pada kemampuan durasi pengisian daya listrik yang mendekati waktu serupa ketika isi bahan bakar pada mobil bensin konvensional.
Konfirmasi BYD IndonesiaDisinggung pengadaan fasilitas tersebut untuk pasar domestik, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan mengaku sudah melakukan kajian dan studi kelayakan mengenai flash charging.
"Ya memang kami sudah masuk studi dan research serta review tentang potensi bisnis di sisi flash charging. Tentunya kami perlu melihat dari kesiapan produknya terlebih dahulu dan infrastruktur pendukung seperti suplai listrik atau ketersediaan lahan," ucapnya saat ditemui kumparan di Tangerang, Senin (3/8) lalu.
Ia menambahkan, BYD Indonesia juga perlu melihat pertumbuhan dan populasi pengguna kendaraan listrik murni yang ada saat ini. Sebab, kepemilikan mobil listrik di China yang lebih besar merupakan salah satu faktor pendukung suksesnya flash charging BYD.
"Kemudian juga kita perlu melihat dari populasi kendaraan listrik di Indonesia, sehingga secara business opportunity itu bisa works. Saya rasa tidak dalam waktu lama ya karena teknologi sudah punya, unit dan produknya sangat siap diimplementasikan, bisa jadi tahun ini," terang Luther.






Komentar (0)