Menuju Pertanian Modern, NHM Kembangkan Komoditas Padi 10 Hektare di Kao Barat

disway.id
11 jam lalu
Cover Berita

KAO BARAT, DISWAY.ID-- PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) turut ambil bagian dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional melalui dukungan terhadap pengembangan pertanian modern di Kecamatan Kao Barat.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyerahan Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) Tahap 1 kepada Kelompok Rizki Tani untuk pengembangan padi seluas 10 hektare.

Penyerahan dilaksanakan pada Selasa (4/8) di Desa Soahukum, Kecamatan Kao Barat.

BACA JUGA:Akselerasi Kebijakan Prioritas Presiden dan Transformasi Sektor Strategis Demi Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

Program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) dikembangkan untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi petani, mulai dari keterbatasan modal dan tenaga kerja hingga serangan hama dan penyakit.

Model ini mengedepankan mekanisasi dan penerapan teknologi budidaya, termasuk sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) dengan jarak tanam rapat, serta pengelolaan unsur hara, irigasi, dan pengendalian gulma secara lebih intensif.

Pengembangan lahan seluas 10 hektare tersebut berada dalam satu hamparan yang mencakup wilayah administratif Desa Soahukum dan Desa Makarti yang telah dikelola kelompok untuk pengembangan padi.

Melalui penerapan PM-AAS, program ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian.

Kepala Divisi Pengembangan Berkelanjutan NHM Peduli, Irwan Malaka, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya NHM mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi pertanian.

BACA JUGA:Kementan Canangkan Target 1 Juta Pertanian Modern, Pupuk Indonesia Siap Dukung

“Kami berharap PM-AAS dapat menjadi model pertanian berbasis teknologi yang produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Halmahera Utara dan Maluku Utara,” ujarnya.

Program PM-AAS menargetkan produktivitas hingga 10 ton gabah padi per hektare. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, pelaksanaan program disertai pendampingan dan monitoring melalui kerja sama dengan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku Utara guna memastikan penerapan PM-ASS berjalan sesuai petunjuk teknis.

Ketua Kelompok Tani Rizki Tani, Hadi Sugito, mengapresiasi dukungan yang diberikan NHM. “Dengan adanya bantuan ini, kami semakin bersemangat mengelola lahan pertanian dan meningkatkan hasil produksi. Terima kasih banyak untuk NHM dan Presiden Direktur NHM Bapak Haji Robert Nitiyudo Wachjo. Kami berharap dukungan dan pendampingan dapat terus berlanjut agar kemampuan serta kemandirian kelompok tani semakin meningkat,” ujarnya.

BACA JUGA:Sudaryono Klaim MBG Jadi 'Pacman' Pertanian, Atasi Oversupply Hasil Panen

Melalui pengembangan PM-AAS, NHM berharap Kao Barat dapat berkembang sebagai salah satu sentra komoditas padi berkualitas.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Emil Audero Dipepet Juventus, Dua Kiper Lama Terancam Kehilangan Tempat
• 23 jam lalu
0
thumb
Iran Ancam ke Negara Arab Teluk, Beri Ultimatum Keras Bila Lakukan Ini
• 21 jam lalu
0
thumb
Fadly Faisal dan Fiki Naki Jadi Korban Teror Misterius di Paket Santet
• 20 jam lalu
0
thumb
Dana Bencana NTT Rp44 Miliar Bisa Ditambah, Purbaya Tunggu Laporan Pemda
• 20 jam lalu
0
thumb
Polisi Ungkap Modus Diduga DC Periksa Nomor Rangka Kendaraan di GBK
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.