Pantau - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur menyatakan operasi bibir sumbing dan celah langit-langit yang digelar di RSUD Ciracas membantu memperbaiki kondisi fisik sekaligus memulihkan kepercayaan diri anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Sebanyak 21 anak telah menjalani operasi dalam kegiatan bakti sosial di RSUD Ciracas, Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (19/8/2026).
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudhy mengatakan tindakan medis tersebut diharapkan membuat anak lebih percaya diri ketika bersekolah maupun berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
“Memang kita harapkan dengan hasil operasi bibir sumbing di RSUD Ciracas kemarin, anak-anak bisa lebih percaya diri, tidak malu dengan teman-teman sekitarnya, sekolah dan kegiatan lainnya bisa lancar,” kata Arief saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Operasi Mendukung Tumbuh Kembang AnakArief menjelaskan operasi bibir sumbing tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki kondisi fisik, tetapi juga mendukung tumbuh kembang serta kondisi mental anak di lingkungan sosialnya.
Tindakan operasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelayanan kesehatan untuk membantu keluarga yang memiliki anak atau anggota keluarga dengan kondisi bibir sumbing.
“Dalam rangka membantu masyarakat kita yang punya keluarganya, mungkin punya keprihatinan, anak atau keluarganya ada yang menderita bibir sumbing, Alhamdulillah, bisa dilaksanakan kegiatan operasi bibir sumbing dan celah-celah langit,” ujar Arief.
Menurut dia, penanganan bibir sumbing perlu dilakukan secara menyeluruh agar keberhasilan tindakan medis dapat memberikan dampak bagi kehidupan pasien ke depannya.
Pelaksanaan operasi di RSUD Ciracas juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat Jakarta Timur terhadap pelayanan kesehatan.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara pemerintah, Ikatan Dokter Bedah Plastik Indonesia, dan Yayasan Smile Train.
“Ini kolaborasi yang baik antara pemerintah dengan swasta dan masyarakat juga dalam rangka untuk perluasan akses layanan kesehatan ini,” ucap Arief.
Ia berharap kolaborasi serupa terus dikembangkan sehingga pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Sebanyak 21 Anak Menjalani OperasiSebanyak 31 anak sebelumnya mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit di RSUD Ciracas.
Namun, tidak seluruh pendaftar dapat langsung menjalani operasi karena setiap calon pasien harus melewati proses pemeriksaan atau skrining untuk memastikan kondisi kesehatan dan kelayakan tindakan medis.
Dari 21 anak yang akhirnya menjalani operasi, sebanyak 18 anak merupakan warga Jakarta Timur, sedangkan tiga lainnya berasal dari luar Jakarta.
Arief mengaku belum memiliki data pasti mengenai jumlah warga dengan kondisi bibir sumbing di Jakarta Timur.
Menurut dia, jumlah penduduk Jakarta Timur yang relatif besar membuat kemungkinan jumlah kasus bibir sumbing di wilayah tersebut juga cukup banyak dibandingkan daerah lain.





Komentar (0)