Ribuan warga Madura di Yogyakarta mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81 di Lapangan Jogja Expo Center, Senin (17/8). Upacara ini menjadi peringatan kemerdekaan bersama pertama yang digelar Keluarga Madura Yogyakarta (KMY) sejak organisasi tersebut berdiri pada 1958.
KMY saat ini menaungi sekitar 27 ribu warga Madura yang tergabung dalam 17 elemen atau kelompok komunitas. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi dan generasi, mulai dari pengusaha kelontong, tukang cukur, pedagang besi tua, pedagang kaki lima, mahasiswa, hingga cendekiawan.
Peringatan kemerdekaan bersama ini menjadi bagian dari upaya KMY memperkuat kebersamaan warga Madura di Yogyakarta sekaligus membangun hubungan dengan masyarakat dan pemerintah daerah.
Ketua KMY, Jugil Adiningrat mengatakan warga Madura di Yogyakarta menjunjung semangat toleransi dan hidup berdampingan dengan masyarakat setempat.
"Keluarga Madura Yogyakarta itu sangat menjunjung tinggi semangat toleransi, semangat cinta damai,” ujar Jugil.
“Kami siap untuk bergandengan tangan menjunjung dan menjaga semangat Yogyakarta bersama," tambahnya.
Menurut Jugil, KMY juga ingin memperkuat sinergi dengan pemerintah dan masyarakat di Yogyakarta melalui konsolidasi antaranggota.
"Harapan kami Keluarga Madura Yogyakarta semakin kompak, untuk tetap memperkuat sinergisitas dengan pemerintah Yogyakarta, dengan masyarakat Yogyakarta dan masyarakat-masyarakat urban juga yang ada di Yogyakarta," katanya.
KMY berdiri sejak 1958 dan menjadi wadah bagi warga Madura yang tinggal di Yogyakarta. Organisasi tersebut kini menghimpun warga dari berbagai profesi dan kelompok komunitas.
Upacara ditutup dengan seruan "setong dere" yang berarti "satu darah". Ungkapan khas Madura tersebut diserukan bersama peserta sebagai simbol persaudaraan dan kebersamaan warga Madura di Yogyakarta.






Komentar (0)