Apakah Seluruh Motor Penggerak Ekonomi Macet? Pernyataan Langka, Perdana Menteri Li Qiang Akui Kurangnya Permintaan Domestik Tiongkok 

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

Biro Statistik Nasional Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada 17 Agustus merilis data yang menunjukkan bahwa pada Juli, sektor industri dan ritel sama-sama mengalami perlambatan, sementara penurunan investasi aset tetap melebar menjadi 6,7%. Pada hari yang sama ketika data tersebut diumumkan, Perdana Menteri Li Qiang dalam rapat Dewan Negara secara tidak biasa menyatakan secara terus terang bahwa “masalah kekurangan permintaan domestik masih sangat menonjol.”

EtIndonesia.com  Menurut data yang dirilis Biro Statistik Nasional PKT, nilai tambah industri skala besar nasional pada Juli meningkat 4,5% secara tahunan, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 5%. Total penjualan ritel barang konsumsi hanya meningkat 0,6% secara tahunan, juga jauh di bawah ekspektasi kenaikan 1,5%. 

Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, investasi aset tetap nasional menyusut 6,7% secara tahunan, lebih buruk daripada perkiraan, yang mencerminkan bahwa investasi terus melemah.

Dalam sektor investasi, investasi aset tetap selama tujuh bulan pertama turun 6,7% secara tahunan, dengan penurunan yang melebar 1 poin persentase dibandingkan paruh pertama tahun ini. Investasi pengembangan properti turun 19,2%, sementara investasi untuk pembangunan perumahan turun 19,1%. 

Pada periode yang sama, luas bangunan yang sedang dalam proses pembangunan turun 12,7%, sedangkan luas pembangunan perumahan turun 13%. Luas proyek yang baru dimulai turun 24%, sementara proyek perumahan yang baru dimulai merosot 24,6%.

“Pertumbuhan industri dan ritel Tiongkok pada Juli sama-sama menurun, sementara penurunan investasi aset tetap pada Juli melebar menjadi 6,7%. Ini merupakan kinerja yang sangat serius,” ujar Profesor Xie Tian dari Aiken School of Business, University of South Carolina. 

“Sebenarnya, saya merasa penurunan sektor ritel Tiongkok mungkin jauh lebih besar daripada angka yang dilaporkan PKT. Dari berbagai laporan di lapangan, terlihat bahwa kontraksi sektor ritel sangat parah. Penurunan besar dalam investasi aset tetap berarti tidak ada kekuatan yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi di masa mendatang,” katanya. 

Profesor Xie Tian menilai bahwa kemerosotan ekonomi Tiongkok pada paruh kedua tahun ini kemungkinan akan semakin parah.

“Peningkatan pembiayaan sosial baru di Tiongkok pada Juli hanya sekitar 1,14 triliun yuan, yang mencerminkan melemahnya permintaan kredit. Hal ini sebenarnya sejalan dengan penurunan konsumsi dan investasi aset tetap,” katanya. 

“Karena ekonomi menurun, permintaan dan produktivitas juga turun, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan menjadi tidak begitu kuat. Ini juga berarti bahwa perekonomian pada paruh kedua tahun ini akan menghadapi kemunduran yang lebih besar,” tambahnya. 

Data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran yang disurvei di wilayah perkotaan meningkat menjadi 5,2% pada Juli. Biro Statistik Nasional mengatakan bahwa sebagian perusahaan masih menghadapi masalah seperti “ketidakseimbangan antara produksi dan penjualan serta tekanan yang relatif besar terhadap arus kas perusahaan”, yang menunjukkan bahwa tekanan operasional perusahaan belum mereda.

Xu Zhen, seorang veteran pasar modal Tiongkok, menilai bahwa ini bukan gangguan jangka pendek, melainkan sinyal bahwa mesin permintaan domestik terus kehilangan tenaga.

“Rangkaian data ini mengungkap masalah lama dalam ketidakseimbangan struktur ekonomi Tiongkok, yaitu kuat di eksternal tetapi lemah di internal. Yang dimaksud kuat di eksternal adalah perekonomian sangat bergantung pada ekspor, sedangkan lemah di internal berarti konsumsi dan investasi sama-sama melemah,” ujar Xu Zhen. 

“Begitu lingkungan perdagangan eksternal mengalami sedikit saja perubahan, karena tidak memiliki penyangga berupa permintaan domestik, ketidakseimbangan struktural ini akan menunjukkan kerentanan ekonomi,” katanya. 

“Ditambah lagi, tingkat pengangguran perkotaan pada Juli naik menjadi 5,2%, meningkat 0,2 poin persentase dibandingkan Juni. Memburuknya pasar tenaga kerja secara bersamaan menunjukkan bahwa tekanan penurunan pada paruh kedua tahun ini lebih serius daripada yang diperkirakan pasar,” ujarnya. 

Di sisi lain, pasar kredit menunjukkan kondisi pasokan kuat tetapi permintaan lemah. Dalam tujuh bulan pertama 2026, pertambahan kumulatif pembiayaan sosial mencapai 22,25 triliun yuan, atau 1,74 triliun yuan lebih sedikit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Juli saja, tambahan pembiayaan sosial mencapai sekitar 1,41 triliun yuan.

“Total pembiayaan sosial pada Juli mencatat pertumbuhan positif sebesar 1,41 triliun yuan. Namun, pendorong utamanya bukanlah ekspansi kredit swasta, melainkan pembiayaan melalui obligasi pemerintah dan sumber lainnya yang memainkan peran penting sebagai penopang,” ujar Xu Zhen. 

“Ini menunjukkan bahwa meskipun dana menjadi lebih murah, rumah tangga dan perusahaan tetap tidak bersedia meminjam uang untuk melakukan ekspansi. Mereka lebih memilih melunasi utang lebih awal atau menimbun uang tunai. Inilah yang sering disebut sebagai resesi neraca,” tambahnya. 

“Peningkatan obligasi pemerintah dan pembiayaan langsung perusahaan juga berarti bahwa pertumbuhan ekonomi akan semakin bergantung pada investasi yang dipimpin oleh pemerintah daerah dan perusahaan milik negara, bukan pada ekspansi yang muncul secara alami dari mekanisme pasar,” jelasnya. 

Perdana Menteri Dewan Negara PKT Li Qiang dalam rapat pada 17 Agustus mengatakan bahwa “masalah kekurangan permintaan domestik masih sangat menonjol” di Tiongkok, dan menekankan perlunya terus memperluas permintaan domestik. (***)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gempa Besar M5,8 Kembali Guncang Flores NTT Pagi Ini
• 4 jam lalu
0
thumb
KSAD sebut belum berencana kirim Satgas Zeni tangani gempa di NTT
• 14 jam lalu
0
thumb
KPK dapat informasi dugaan korupsi BPJS TKA saat usut kasus izin WNA
• 13 jam lalu
0
thumb
Mantan Suami Tuding Clara Shinta Selingkuh Tiap Tahun: Saya Pernah Gerebek Dia di Hotel Kuningan
• 9 jam lalu
0
thumb
Sempat Gangguan Pagi Ini, KRL Bogor-Kota-Tangerang Kembali Normal
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.