Tambang Emas Runtuh di Republik Afrika Tengah, Korban Tewas Bertambah Jadi Lebih dari 100 Orang

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Pemandangan udara Kota Bangui, Republik Afrika Tengah, terlihat pada 8 Maret 2024. (Sumber: Foto AP/Sam Mednick, File)

BANGUI, KOMPAS.TV — Jumlah korban tewas akibat runtuhnya sebuah tambang emas di wilayah barat Republik Afrika Tengah telah meningkat menjadi lebih dari 100 orang.

Jumlah ini dikonfirmasi seorang relawan Palang Merah yang terlibat dalam upaya bantuan dan seorang pejabat setempat pada Rabu (19/8/2026).

Tambang emas tradisional berskala kecil tersebut runtuh pada Selasa pagi di Desa Zamboye, Prefektur Nana-Mambere, dekat perbatasan dengan Kamerun.

“Selain korban tewas, ada beberapa orang yang selamat mengalami luka kritis,” kata Gervais Ganagoroh, seorang relawan Palang Merah setempat yang terlibat dalam upaya penyelamatan.

Baca Juga: 5 Orang Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal Gorontalo

“Jumlah korban tewas diperkirakan masih akan bertambah karena beberapa orang masih dinyatakan hilang dan lainnya terjebak di bawah reruntuhan,” kata Bertrand Be Yangué, yang merupakan anggota dewan pemuda Zamboye.

“Menemukan mereka dalam keadaan hidup akan menjadi sebuah keajaiban,” kata Yangué. 

“Kami sangat sedih dan terpukul melihat para pemuda dan pemudi tewas setelah datang ke tambang untuk menyelamatkan keluarga mereka,” ucapnya.

Penyelidikan kini dibuka untuk mengetahui penyebab runtuhnya tambang, mengidentifikasi para korban tewas dan pihak yang bertanggung jawab mengoperasikan lokasi tersebut.

“Selain itu, petugas juga akan menyelidiki kemungkinan adanya pertanggungjawaban pidana,” kata jaksa di pengadilan subprefektur Baboua seperti dikutip dari The Associated Press.

Baca Juga: Imigrasi Tangkap 24 WN China di Tambang Emas Ilegal Pulau Buru

Rekaman video menunjukkan para penambang, yang sebagian besar merupakan pria dan wanita muda dan tubuh mereka dipenuhi lumpur, mengeluarkan jenazah dari lubang tambang. 

Puluhan penambang dan pekerja lainnya terlihat berada di sekitar lokasi tambang yang luas, beberapa di antaranya berteriak meminta pertolongan.

Runtuhnya tambang tradisional merupakan kejadian yang umum terjadi di Republik Afrika Tengah, tempat beberapa ribu orang bekerja dalam kegiatan pertambangan skala kecil. 

Pekerjaan tersebut berisiko tinggi karena para penambang biasanya tidak memiliki perlindungan keselamatan yang memadai, sehingga sering kali berujung pada kematian.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Desy-Afrianti

Sumber : The Associated Press

Tag
  • tambang emas
  • tambang runtuh
  • republik afrika tengah
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BMKG Catat Sebanyak 3.002 Gempa Susulan di NTT
• 11 jam lalu
0
thumb
Menakar Sentimen PFII di Bali terhadap Prospek Saham BUVA, MINA, hingga GOLF
• 1 jam lalu
0
thumb
OJK Perketat Pengawasan Modal Ventura, PPU Diminta Tak Luput dari Perhatian
• 14 jam lalu
0
thumb
Akhir Cerita Ojol Diamuk Sopir Alphard di Jaksel: Damai, Korban Dapat Bantuan
• 7 jam lalu
0
thumb
Mahasiswa Didorong Perkuat Pengelolaan Sampah di Kampus
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.