IBMA menetapkan strategi jangka pendek hingga lima tahun untuk memperkuat ekosistem bullion nasional.
IDXChannel — Indonesian Bullion Market Association (IBMA) menetapkan strategi jangka pendek hingga lima tahun untuk memperkuat ekosistem bullion nasional. Fokus utamanya mencakup edukasi masyarakat, integrasi pelaku industri emas, kajian regulasi pendukung bullion bank, hingga penyelenggaraan Gold Expo sebagai ajang mempertemukan rantai pasok emas dari hulu ke hilir.
Ketua IBMA, Selfie Dewiyanti menyampaikan bahwa pembentukan asosiasi ini menjadi momentum penting bagi Indonesia karena menghadirkan wadah resmi bagi seluruh pelaku industri emas sekaligus menjembatani kepentingan regulator, pemerintah, dan industri.
"Selain itu, IBMA juga menargetkan Indonesia menjadi salah satu pemimpin ekosistem bullion di Asia Tenggara. Ada beberapa strategi yang telah kami siapkan. Pada tahun pertama, IBMA akan memprioritaskan integrasi seluruh pelaku industri emas, mulai dari sektor pertambangan, pemurnian, perdagangan, hingga lembaga jasa keuangan agar masuk ke dalam satu ekosistem bullion nasional. Langkah tersebut diharapkan mampu memaksimalkan potensi emas yang masih berada di masyarakat maupun yang berasal dari aktivitas pertambangan," tegas Selfie kepada media di Jakarta, pada Kamis (20/8/2026).
Selain integrasi, lanjutnya, IBMA juga akan memperluas literasi dan inklusi emas agar logam mulia semakin berperan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
Sebagai bagian dari program jangka pendek, IBMA berencana menggelar Gold Expo dalam satu hingga dua tahun mendatang. Pameran tersebut dirancang menjadi forum yang mempertemukan seluruh pelaku industri emas, mulai dari sektor mining, pemurnian, bullion bank, hingga perdagangan emas dalam satu ekosistem.
"Menurut IBMA, Gold Expo bukan sekadar pameran, tetapi menjadi instrumen percepatan integrasi rantai nilai emas nasional sehingga kolaborasi antara sektor hulu dan hilir dapat semakin kuat," jelasnya.
Memasuki tahap jangka menengah, IBMA akan melakukan kajian terhadap berbagai kebijakan yang dinilai memengaruhi perkembangan ekosistem bullion, termasuk regulasi perpajakan. Proses kajian tersebut dilakukan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta kementerian dan lembaga terkait.
"Dalam jangka panjang, asosiasi menargetkan terjalinnya kemitraan strategis dengan organisasi bullion global. Sejumlah asosiasi internasional seperti Malaysia Gold Association, World Gold Council, hingga London Bullion Market Association (LBMA) telah hadir dalam peluncuran IBMA sebagai sinyal dukungan terhadap pengembangan pasar bullion Indonesia," ungkap Selfie.
Ke depan, IBMA juga akan menginventarisasi pelaku industri emas secara lebih komprehensif, mendorong lebih banyak perusahaan menjadi anggota asosiasi, serta memastikan aspek syariah menjadi bagian dari pengembangan ekosistem sejak tahap awal.
(Shifa Nurhaliza Putri)






Komentar (0)