Gempa NTT, Wakil Ketua Komisi IV DPR: Banyak Warga Adang Mobil Bantuan

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Warga mengungsi di tenda-tenda di Ende Utara, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026), usai gempa M7,7 mengguncang pada Sabtu (15/8/2026). (Sumber: AP Photo/Adrian Petrio)

 

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi PAN Ahmad Yohan menyebut saat ini sudah banyak warga penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengadang mobil pembawa bantuan.

Yohan menyebut aksi pengadangan tersebut dilakukan karena warga merasa tidak ada keadilan dalam pendistribusian bantuan.  

“Sekarang ini banyak sekali warga yang di pinggir-pinggir jalan itu mengadang mobil-mobil bantuan yang masuk, mengadang di tengah jalan, karena mereka merasa bahwa selama ini tidak ada keadilan dalam penyebarannya, pembagiannya,” jelasnya dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Kamis (20/8/2026).

Ia mengaku khawatir akan timbul tindakan tak terpuji jika tidak ada koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah terkait pendistribusian bantuan.  

Baca Juga: Penanganan Gempa NTT, Anggota DPR Kritik Koordinasi Pusat dan Daerah

“Kita khawatir, ini kalau tidak dikoordinasi dengan baik antara pemerintah pusat dengan pemda, dengan kepala desa, warga tidak terjamah dengan baik bantuan-bantuan ini, akan menimbulkan kerusuhan-kerusuhan dan tindakan anarki dari warga yang merasa ada ketidakadilan dan kurang perhatian dari kita semua,” bebernya.

Dia juga menjelaskan, selama tiga hari terakhir, dirinya telah meninjau 50 titik terdampak gempa bumi di NTT.

Dari kunjungannya tersebut, ia mendapati sejumlah jalan yang masih tertutup longsoran. Menurutnya, jalanan tersebut masih bisa dilalui, tetapi tebing di sekitarnya berpotensi runtuh akibat gempa susulan.

“Kemarin saya dengan beberapa truk membawa sembako masih bisa lewati tapi juga saya kira perlu hati-hati, karena kita khawatir dengan gempa-gempa susulan ini bisa meruntuhkan tebing-tebing jalan itu,” ungkapnya.

“Kemudian banyak jembatan juga sepertinya akan berbahaya kalau tidak dipantau dengan baik, kalau terlalu banyak kendaraan berat lewat bisa-bisa runtuh juga,” tegasnya.

Baca Juga: BNPB Buka Suara Soal Pemulihan Penyintas Gempa di NTT dan Kendala Distribusi Bantuan

 

Yohan juga menyoroti penggunaan helikopter untuk mendistribusikan bantuan. Menurut dia, helikopter tidak bisa memuat banyak barang.

Oleh sebab itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Bulog untuk memastikan masyarakat tidak kesulitan dalam memperoleh makanan.

Ia meminta Bulog untuk segera mengambil inisiatif berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional untuk mempercepat pemberian bantuan makanan kepada semua KK dengan mekanisme kolektif.

“Saya kira tinggal berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dengan camat, dengan kepala desa untuk memastikan warganya berada di mana, kemudian itu segera logistik sampai, memastikan bahwa mereka merasa diperhatikan,” jelasnya.

Ia menekankan, negara perlu hadir sehingga warga tidak merasa sendirian menghadapi musibah.

“Karena sampai hari ini kan belum terasa ada koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV

Tag
  • ahmad yohan
  • komisi iv dpr ri
  • gempa bumi ntt
  • gempa bumi
  • ntt
  • gempa NTT
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kader PDIP: Ini Bukan Soal Suka atau Tidak Suka ke Gibran, Ini Soal Keadilan dan Standar Pendidikan
• 8 jam lalu
0
thumb
4.770 Formasi CPNS Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka, Pendaftaran Mulai 18 Agustus
• 1 jam lalu
0
thumb
Ketua PWNU Aceh: Gus Rozin Punya Pengalaman Teruji, Siap Pimpin PBNU
• 2 menit lalu
0
thumb
Kebakaran Hebat Gudang Peralatan Rumah Tangga di Surabaya, 23 Damkar Dikerahkan
• 16 jam lalu
0
thumb
Momen Prabowo Duduk Sejajar dengan Jokowi di HUT ke-81 RI Jadi Sorotan, Gerindra Beri Penjelasan
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.