Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) berencana menggandakan pembelian kembali atau buyback obligasi jangka panjang guna menahan kenaikan imbal hasil.
IDXChannel - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) berencana menggandakan pembelian kembali atau buyback obligasi jangka panjang guna menahan kenaikan imbal hasil atau yield.
Dilansir dari Investing pada Kamis (20/8/2026), rencana itu muncul setelah aksi jual besar-besaran mendorong imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun ke level tertinggi sejak 2007.
Aksi jual itu dipicu kekhawatiran akan eskalasi perang AS-Israel dengan Iran, serta memburuknya kondisi fiskal AS.
Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi mengerek biaya pinjaman, serta menekan rumah tangga, perusahaan, pasar keuangan, dan anggaran pemerintah federal.
Departemen Keuangan akan menggandakan ukuran pembelian kembali surat utang jangka 10 hingga 30 tahun menjadi setidaknya USD4 miliar per operasi. Kebijakan ini akan berlaku efektif mulai 9 September hingga 4 November, kata departemen tersebut dalam sebuah pernyataan.
Imbal hasil obligasi 30 tahun telah mencapai level tertinggi 19 tahun sebesar 5,34 persen pada Selasa tetapi kemudian mereda. Pengumuman Departemen Keuangan mendorongnya turun, terakhir diperdagangkan pada 5,184 persen.
"Peningkatan ukuran operasi pembelian kembali ini mencerminkan keinginan Departemen Keuangan untuk memberikan dukungan likuiditas yang lebih besar di sektor nominal jangka panjang di mana terdapat dukungan kuat yang konsisten dari pelaku pasar," kata Departemen Keuangan dalam sebuah pernyataan.
Selama dua tahun terakhir, Departemen Keuangan telah melakukan pembelian terjadwal atas sekuritas lama sebelum tanggal jatuh temponya untuk memberikan dukungan likuiditas.
Operasi pembelian kembali obligasi 20 dan 30 tahun berikutnya dijadwalkan pada 24 September, sementara pembelian kembali obligasi 10 hingga 20 tahun dijadwalkan pada 10 September. (Wahyu Dwi Anggoro)






Komentar (0)