Pangkalan AS Rusak Diserang Iran, Pentagon Kaji Pengurangan Pasukan di Timur Tengah

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon dikabarkan tengah mempertimbangkan pengurangan jumlah pasukan AS di Timur Tengah. Wacana tersebut muncul setelah sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat mengalami kerusakan akibat serangan Iran.

The Washington Post melaporkan wacana tersebut pada Selasa (18/8). Sejumlah pejabat AS bahkan mengindikasikan beberapa pangkalan yang rusak kemungkinan tidak akan dibangun kembali seperti kondisi sebelumnya.

Pembahasan mengenai opsi tersebut disebut dilakukan oleh kantor kebijakan Pentagon. Staf Gabungan dan Komando Pusat AS atau CENTCOM juga dilaporkan ikut meninjau kemungkinan perubahan postur militer AS di kawasan tersebut.

Namun, seorang pejabat Pentagon yang tidak disebutkan identitasnya mengatakan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth belum memerintahkan peninjauan resmi. Pembahasan yang berlangsung saat ini disebut sebagai bagian dari perencanaan internal.

Pertimbangan tersebut disebut sebagai "perencanaan bijaksana". Tujuannya untuk membantu pemerintah AS menentukan keputusan terkait pembangunan kembali fasilitas militer yang mengalami kerusakan.

CENTCOM selama ini bertanggung jawab atas operasi militer AS di Timur Tengah. Komando tersebut biasanya menempatkan sekitar 40 ribu prajurit di sekitar 20 situs militer yang tersebar dari Yordania hingga Oman.

Jumlah aset militer AS di kawasan tersebut juga meningkat sejak awal tahun. Washington mengerahkan tambahan kapal perang, pesawat tempur dan sistem pertahanan udara untuk mendukung operasi militernya terhadap Iran.

Baca Juga: Senator AS Desak Menhan Amerika Pete Hegseth Dipecat, Soroti Krisis di USS Abraham Lincoln

Dalam konflik yang berlangsung sejak Februari, AS disebut telah melancarkan lebih dari 13 ribu serangan terhadap Iran. Serangan tersebut kemudian dibalas Iran dengan menargetkan sejumlah fasilitas militer AS di negara-negara kawasan Teluk.

Kerusakan sejumlah pangkalan AS kini menjadi salah satu pertimbangan Pentagon. Washington disebut perlu menentukan apakah seluruh fasilitas tersebut akan dipulihkan seperti semula atau justru dilakukan penyesuaian terhadap keberadaan pasukannya di Timur Tengah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Profil Rachel Florencia, Wanita yang Kini Menikah dengan Dikta Wicaksono, Intip Sosoknya
• 19 jam lalu
0
thumb
BEI Ubah Batas Minimum Harga Saham Jadi Rp 1, Revisi Klasifikasi Auto Rejection
• 1 jam lalu
0
thumb
BTN Siapkan SDM Hadapi Era AI, Bidik Produktivitas Lebih Tinggi
• 5 jam lalu
0
thumb
Ruang Kenaikan Suku Bunga BI Masih Terbuka, Rupiah dan Inflasi Jadi Penentu
• 4 jam lalu
0
thumb
Gempa Susulan Flores M7,7 Tembus 2.928 Kejadian, Waspada Longsor
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.