Ancaman bagi yang tidak Cebok setelah Buang Air Kecil

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ajaran Islam sangat ketat soal bersuci (membasuh/cebok) setelah buang air, termasuk buang air kecil. Ada konsekuensi yang harus diterima jika umat Islam tidak membasuh atau bersuci setelah buang air kecil.

Nabi Muhammad telah memperingatkan dalam sebuah hadits:

Baca Juga
  • Lepas Truk Bantuan Pangan di NTT, Mentan Amran: Ini Kemanusiaan, Harus Bergerak Cepat
  • Protes Putusan Hakim, Pengacara: Rutan KPK tak Mampu Sediakan Tenaga Medis Buat Yaqut
  • Dana Kampanye Seper-13 Rivalnya, Angie Nixon Menang Mengejutkan, Begini Reaksi Trump

 

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى

.rec-desc {padding: 7px !important;} الله عليه وسلم – – اِسْتَنْزِهُوا مِنْ اَلْبَوْلِ, فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ اَلْقَبْرِ مِنْهُ – رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيّ

وَلِلْحَاكِمِ: – أَكْثَرُ عَذَابِ اَلْقَبْرِ مِنْ اَلْبَوْلِ – وَهُوَ صَحِيحُ اَلْإِسْنَاد ِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersihkanlah diri dari kencing. Karena kebanyakan siksa kubur berasal dari bekas kencing tersebut.” (Diriwayatkan oleh Ad Daruquthni).

Dalam hadits lainnya:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ فَعَلْتَ هَذَا قَالَ لَعَلَّهُ يُخَفِّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua buah kuburan. Lalu Beliau bersabda,”Sungguh keduanya sedang disiksa. Mereka disiksa bukan karena perkara besar (dalam pandangan keduanya). Salah satu dari dua orang ini, (semasa hidupnya) tidak menjaga diri dari kencing. Sedangkan yang satunya lagi, dia keliling menebar namiimah.” Kemudian Beliau mengambil pelepah basah. Beliau belah menjadi dua, lalu Beliau tancapkan di atas masing-masing kubur satu potong. Para sahabat bertanya,”Wahai, Rasulullah. Mengapa Rasul melakukan ini?” Beliau menjawab,”Semoga mereka diringankan siksaannya, selama keduanya belum kering.” (Mutaffaq alaih)

Syekh Muhammad Shiddiq Al Minsyawi dalam bukunya yang berjudul Rajin Shalat tapi Masih Keliru menuliskan, maka bagi orang yang hendak sholat harus terlebih dahulu yakin bahwa ia telah bersuci dari najis yang ada di dua salurannya. Termasuk bersuci adalah menghindari percikan air kencing. Sebaliknya ketika akan kencing, mencari tempat yang lunak. Hal ini didasarkan sabda Nabi di atas melalui jalur sanad lain. Dikatakan bahwa: "Salah satu dari ahli kubur tersebut disiksa karena tidak terlindung dari air kencingnya."

Al Hafiz Ibnu Hajar berkata, "Begitulah pada kebanyakan riwayat. Mayoritas ulama mengatakan bahwa makna dari Istitar (terlindung) di sini adalah tidak membuat tirai antara dia dan air kencingnya dengan tujuan untuk menghindari percikannya. Maka riwayat ini sesuai dengan jalur sanad yang mengatakan: "Ia disiksa karena tidak bersuci," karena kata: Istinjah (bersuci) berasal dari kata: Tanazzuh yang berarti menghindar.

Infografis Ragam Mandi dalam Islam Selain Junub - (Republika.co.id)

 

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Guru Honorer Sentil Gerindra: Terima Kasih ke Prabowo? Wacana Belum Jelas!
• 10 jam lalu
0
thumb
Baznas dan BKKBN Dorong Zakat Jadi Penggerak Ekonomi Keluarga
• 11 jam lalu
0
thumb
Dokter Tifa Kembali Ajukan Praperadilan di Kasus Ijazah Jokowi, Sidang Digelar Pekan Depan
• 2 jam lalu
0
thumb
Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/2027
• 8 jam lalu
0
thumb
Guru PPPK Berpeluang Jadi PNS 2027, Gerindra: Kita Harus Berterima Kasih ke Prabowo
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.