Gempa dengan magnitudo 5,7 kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu malam pukul 00.17 WITA. Gempa dengan kedalaman 10 kilometer itu mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Dikutip dari Antara, gempa tersebut terasa di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Nagekeo, hingga Sumba Timur. Dari laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tak berpotensi tsunami.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memperkirakan gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7 di Flores perlu waktu beberapa pekan untuk berakhir seluruhnya.
"Karena gempanya cukup besar, 7,7 magnitudo, peluruhannya perlu kurang lebih tiga sampai empat pekan," kata Faisal di Jakarta, Rabu (20/8) malam.
Hingga Rabu pukul 17.00 WIB, BMKG melaporkan 3.055 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1. Dari angka tersebut, ada 88 gempa yang dirasakan warga.
Sedangkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban gempa bumi NTT bertambah satu orang per kemarin, sehingga total 71 korban meninggal. Satu korban dilaporkan berasal dari Kabupaten Nagekeo.
BNPB juga telah menyalurkan 165 ton bantuan kepada masyarakat terdampak gempa tersebut. Bantuan dikirimkan melalui jalur darat sebagai moda utama.





Komentar (0)