Populer: BI Tahan Suku Bunga 5,75%; Bandara Kertajati Jadi Bengkel Pesawat

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Keputusan Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Rabu (19/8).

Selain itu, rencana pengalihan fungsi Bandara Kertajati menjadi pangkalan militer dan pusat pemeliharaan pesawat turut menjadi sorotan. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75%

Bank Indonesia (BI) mengambil langkah strategis dengan mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 18-19 Agustus 2026.

Keputusan penting ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya prosesi rapat dipimpin oleh Destry Damayanti yang menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI.

Kebijakan moneter ini mencerminkan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas makroekonomi domestik di tengah ketidakpastian pasar global.

Selain menahan suku bunga acuan, BI juga menetapkan suku bunga deposit facility tetap berada di level 4,75 persen dan suku bunga lending facility di angka 6,5 persen.

Pengumuman yang disampaikan secara daring pada Rabu (19/8) ini menunjukkan bahwa otoritas moneter masih menerapkan pendekatan yang terukur untuk memastikan tingkat inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran sekaligus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Bandara Kertajati Bakal Dijadikan Bengkel

Kementerian Pertahanan berencana memperluas fungsi strategis Bandara Kertajati dengan mentransformasikannya menjadi pusat pemeliharaan atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) sekaligus pangkalan udara baru untuk armada TNI AU.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa infrastruktur ini akan dioptimalkan untuk menyimpan berbagai jenis pesawat militer, mulai dari angkutan logistik hingga jet tempur taktis, seiring dengan proyeksi penambahan jumlah alutsista nasional dalam skala besar di masa mendatang.

Langkah optimalisasi ini mengedepankan aspek kemandirian industri pertahanan dengan memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia dalam negeri.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah mengintegrasikan kerja sama taktis antara PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), termasuk untuk persiapan pemeliharaan mandiri jet tempur Rafale F4 asal Prancis yang kini mulai diterima oleh jajaran TNI AU.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Profil Rachel Cia, Perempuan yang Resmi Dinikahi Dikta
• 21 jam lalu
0
thumb
Kabut Asap Makin Tebal, Jam Sekolah di Banjarbaru Diundur Jadi Pukul 09.00 Wita
• 3 menit lalu
0
thumb
Demi Narkoba dan Judol, Pemuda Jeneponto 4 Kali Mencuri di Rumah yang Sama Berakhir Didor Polisi
• 21 jam lalu
0
thumb
Jamkrindo Cetak UMKM Hijau yang Bankable, Perkuat Akses Pembiayaan dan Daya Saing
• 14 jam lalu
0
thumb
BNPB Siap Dukung Perbaikan Rumah Warga NTT yang Rusak Akibat Gempa M 7,7
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.