Kepala BNPB Pastikan Dukungan Rumah Rusak Korban Gempa NTT Terpenuhi

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan dukungan rumah rusak dan seluruh kebutuhan bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terpenuhi. BNPB juga memberikan penguatan agar korban tetap tenang dan memiliki harapan dalam menghadapi situasi pascagempa.

"Kesiapsiagaan tetap harus ditingkatkan, terutama dengan tidak memasuki rumah yang telah mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Kalau rumah sudah rusak, jangan dipaksakan untuk masuk. Kita tidak pernah tahu kapan gempa susulan terjadi, yang paling penting sekarang adalah keselamatan bapak dan ibu semua," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto kepada penyintas di Desa Peozaka Ramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, NTT, dilansir dari Antara, Rabu, 19 Agustus 2026.

Dia menjelaskan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa susulan yang terjadi cenderung memiliki kekuatan lebih kecil dibandingkan gempa utama. Namun, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti setiap arahan pemerintah serta petugas di lapangan.

"Jangan panik, tetapi jangan lengah. Tetap berada di tempat yang aman, ikuti arahan petugas, dan jangan kembali ke rumah yang rusak sebelum dipastikan aman," kata Suharyanto.

Selain memastikan keselamatan masyarakat, pemerintah menyiapkan langkah konkret untuk membantu warga memperbaiki maupun mendapatkan kembali tempat tinggal yang aman.

BNPB akan memberikan dukungan perbaikan rumah berdasarkan tingkat kerusakannya, yakni Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang. Sementara itu, bagi rumah yang masuk kategori rusak berat, pemerintah akan memberikan dukungan pembangunan hunian tetap yang bersifat permanen.

"Untuk rumah yang rusak ringan dan sedang akan kita bantu perbaiki. Kalau rusak berat, solusinya adalah hunian tetap. Pemerintah hadir agar masyarakat tidak dibiarkan menghadapi kondisi ini sendiri," ucap Suharyanto.

Tim SAR melakukan evakuasi korban yang tertimbun di Maumere, NTT. Foto- Dok. ANTARA

Baca Juga :

BMKG Sebut Aktivitas Gempa Susulan di Flores Diperkirakan Meluruh dalam 3-4 Minggu

Sebelum hunian tetap bagi rumah rusak berat selesai dibangun, BNPB juga menyiapkan dua alternatif tempat tinggal sementara bagi masyarakat. Penyintas dapat memperoleh dana tunggu hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan atau menempati hunian sementara (huntara) yang disiapkan pemerintah bagi setiap kepala keluarga.

Menurut Suharyanto, dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan masyarakat tetap memiliki tempat tinggal yang layak selama proses pemulihan berlangsung. Oleh karena itu, penanganan tidak berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi harus dilanjutkan dengan langkah pemulihan yang terukur dan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Yang paling penting sekarang datanya harus benar. Rumah mana yang rusak ringan, sedang, dan berat harus didata dengan baik. Setelah diverifikasi dan divalidasi, kita bisa segera menentukan bantuan dan mulai proses pembangunannya," tutur Suharyanto.

Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende bergerak cepat dengan menyediakan tenda keluarga sebagai tempat tinggal sementara bagi warga terdampak. Dukungan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan masyarakat tetap memiliki tempat berlindung yang aman selama proses penanganan darurat berlangsung.

BNPB menegaskan pemerintah terus mendampingi masyarakat terdampak, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar pada masa darurat hingga proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah warga.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pertama Kali, Perempuan Ikut Kompetisi Al-Quran King Abdulaziz di Makkah
• 4 jam lalu
0
thumb
Kepala Inspektorat Banda Aceh Diciduk saat Berhubungan Sesama Jenis di Kantor
• 8 jam lalu
0
thumb
Bauran EBT RI Turun Meski B50 Dimulai, Apa Penyebabnya?
• 8 jam lalu
0
thumb
Biaya Haji Naik 22,8% pada 2027, Jadi Rp107 Juta per Orang
• 4 jam lalu
0
thumb
Terpopuler: Vietnam ke Final Piala AFF 2026, Pengamat Desak PSSI Pecat John Herdman
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.