JAKARTA, KOMPAS.TV- Bank Indonesia (BI) mengungkap tujuh bank yang menjadi first mover yang masuk dalam implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel. KKI segmen ritel tersebut diluncurkan pada 17 Agustus 2026.
Tujuh bank yang menjadi first mover KKI yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Bank Permata, dan Bank Mega. Sementara itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) akan mengembangkan KKI untuk segmen syariah.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta mengatakan, KKI segmen ritel merupakan pengembangan dari KKI segmen pemerintah yang sebelumnya digunakan untuk transaksi pemerintah pusat dan daerah.
"KKI ini merupakan kelanjutan dari KKI segmen pemerintah yang sudah kita terbitkan beberapa waktu yang lalu, yang khusus untuk transaksi baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat," kata Phili dalam konferensi pers BI di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga: Mengenal Kartu Kredit Indonesia yang Diluncurkan BI, Ini Cara Pakai dan Syaratnya
Ia menerangkan, KKI dikembangkan BI bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dengan dukungan Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), perbankan, penyedia jasa pembayaran (PJP) nonbank, dan penyelenggara infrastruktur pembayaran (PIP).
"Tujuannya itu untuk menyediakan berbagai alternatif deferred payment. Jadi pembayaran yang tertunda. Jadi masyarakat mempunyai alternatif alat pembayaran yang semakin beragam," ujarnya.
BI juga merancang KKI agar bersifat interoperabel dan inklusif. Pada tahap awal, kartu kredit digital akan menjadi salah satu sumber dana yang dapat digunakan melalui QRIS.
Filianingsih menjelaskan, masyarakat nantinya dapat memilih sumber dana ketika melakukan pembayaran melalui QRIS, baik menggunakan kartu kredit, tabungan, maupun uang elektronik.
Baca Juga: Mulai 1 Oktober, Transaksi QRIS hingga Rp500 Ribu untuk UMKM Mikro Bebas MDR
"Kalau kita scan QRIS, sumber dananya bisa pilihannya bisa pakai kartu kredit, bisa pakai tabungan, ataupun pakai uang elektronik. Jadi terserah dari masyarakat lebih cenderung atau prefer memakai apa," tuturnya.
BI membagi pengembangan KKI ke dalam tiga tahap. Tahap pertama berupa kartu digital yang digunakan sebagai sumber dana transaksi QRIS.
Selanjutnya, tahap kedua akan mengembangkan kartu kredit digital yang dapat digunakan untuk transaksi daring atau online.
BI juga menargetkan ekosistem KKI dapat semakin terbuka sehingga satu sistem dapat menerima berbagai kartu kredit, sebagaimana konsep interoperabilitas pada QRIS.
"Nanti sama juga KKI atau semuanya bisa dengan satu KKI, semua kartu kredit itu bisa diselesaikan di sana," sebutnya.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- kartu kredit bank
- kartu kredit indonesia
- bank indonesia
- kartu kredit digital
- bank first mover
- bca






Komentar (0)