Warga Manggarai Kekurangan Tenda Pengungsian, Purbaya: Kami Minta Lebih Banyak Lagi

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

MANGGARAI, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah akan memantau kebutuhan tenda pengungsian untuk warga terdampak gempa di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jika jumlah tenda yang dikirim belum mencukupi, pemerintah akan meminta penambahan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

“Banyak yang jelas tadi minta penambahan tenda. Saya pikir itu BNPB sudah mulai mengirim, tapi karena akan monitor kalau kurang kita minta lebih banyak lagi,” ujar Purbaya saat ditemui di Posko Bersama Tanggap Darurat Bencana BPBD Manggarai, Rabu (19/8/2026).

Baca juga: Warga Manggarai Korban Gempa NTT Kekurangan Tenda, Matras dan Selimut

Purbaya mengatakan, pemerintah pusat akan terus memantau kebutuhan daerah agar dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Selain itu, Purbaya juga meminta Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan untuk memantau kondisi keuangan daerah terdampak bencana.

Jika anggaran tersebut belum mencukupi, lanjut Purbaya, pemerintah daerah diminta melaporkan kekurangannya kepada pemerintah pusat.

“Kita lihat nanti, saya bilang ke bupati pakai dulu itu. Nanti kalau kurang lapor ke kami, nanti kami lapor ke Bapak Presiden, Pak Presiden nanti pasti akan menyiapkan anggaran lebih untuk daerah yang terkena bencana," ujar dia.

Baca juga: 5 Malam Usai Gempa, Warga Manggarai Masih Tidur di Tenda Swadaya

Diberitakan sebelumnya, warga terdampak gempa di wilayah Manggarai masih menggunakan tenda swadaya sebagai tempat tinggal sementara.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di Kampung Carep dan Kampung Watu Alo, warga membangun tenda menggunakan terpal dan bambu.

Tenda tersebut belum dilengkapi perlengkapan yang memadai untuk melindungi warga dari cuaca, bahkan tidak memiliki pintu yang dapat dibuka dan ditutup.

Kondisi itu membuat bagian depan tenda terbuka sehingga angin dan udara dingin langsung masuk.

Warga juga menggunakan terpal sebagai alas lalu tidur di atas pakaian atau kasur yang masih dapat digunakan.

Baca juga: Rumah Baru Itu Runtuh akibat Gempa, Aisyah dan Ahmad Kini Berteduh di Bawah Tenda

Salah satu warga, Cypri (47), mengatakan, tenda yang digunakan warga belum cukup melindungi mereka dari kondisi cuaca.

“Harapannya memang perbaikan rumah. Tapi yang pertama sekali ini kondisi kami di tenda ini mungkin bisa selimut, kemudian tenda yang lebih layaklah buat kami bisa berteduh di bawah,” kata Cypri saat ditemui di tenda depan rumahnya di Kelurahan Carep, Kecamatan Langke Rembong, Rabu (19/6/2026).

Warga lainnya, Ambrosius Lay (48), juga mengatakan warga masih membutuhkan terpal untuk menutup tempat tinggal sementara.

“Yang kurang terpal, itu memang terpal ya. Tenda mungkin bikin sekat sendiri Pak, banyak bambu di sini, mereka bikin sendiri tapi kurangnya itu terpal,” ujar Ambrosius.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
ABK Asal Lamongan Jatuh ke Laut di Perairan Kalsel, Ditemukan Meninggal Dunia
• 9 jam lalu
0
thumb
BI Dorong Satu Himbara Jadi Kliring Bank Renminbi di Indonesia
• 6 jam lalu
0
thumb
Ribuan Masyarakat dan Diaspora Indonesia di Belanda Peringati HUT ke-81 RI
• 22 jam lalu
0
thumb
Setelah Dua Hari Hijau, Ini Penyebab IHSG Turun 1%
• 18 jam lalu
0
thumb
Polsek di Papua Ditembaki Saat HUT ke-81 RI, Polisi Lakukan Olah TKP
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.