Bogor: Vila Riung Gunung di Puncak, Kabupaten Bogor, memiliki perjalanan panjang yang sarat sejarah. Bangunan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari sejarah kawasan Puncak, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Vila yang berada di kawasan Riung Gunung itu dibangun sekitar 1955 hingga 1957 di bawah arahan Soekarno. Perancang bangunannya ialah Soedarsono.
Dalam perjalanannya, Vila Riung Gunung dikenal sebagai salah satu tempat Soekarno singgah dan beristirahat ketika berada di kawasan Puncak. Keberadaan bangunan tersebut kemudian berkembang seiring perubahan fungsi kawasan dan aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Pada dekade 1960-an, Vila Riung Gunung digunakan sebagai Riung Gunung Coffee House. Tempat tersebut menjadi lokasi bagi pengunjung untuk menikmati kopi dan hidangan sembari menikmati suasana Puncak.
Sejumlah arsip dari periode tersebut juga mencatat Riung Gunung sebagai lokasi kegiatan dan kunjungan resmi. Riwayat panjang itu membuat bangunan Vila Riung Gunung memiliki keterkaitan dengan perjalanan sejarah kawasan Puncak.
Setelah beberapa dekade digunakan secara privat, bangunan tersebut kini kembali dibuka untuk masyarakat melalui Nilagiri. Peresmian Nilagiri turut dihadiri Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon. Kehadiran restoran tersebut sekaligus membuka kembali akses publik ke bangunan bersejarah Vila Riung Gunung.
Baca Juga :
10 Promo Makanan HUT ke-81 RI, Ada Diskon hingga Harga Rp17 Ribu
Fadli mengapresiasi pembukaan kembali Vila Riung Gunung melalui Nilagiri. Ia berharap kehadiran tempat tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan menarik lebih banyak wisatawan ke kawasan Puncak.
“Ini merupakan salah satu bangunan yang bersejarah. Saya sekali lagi mengapresiasi, mudah-mudahan ini juga bisa memberi manfaat bagi masyarakat sekitar dan semakin banyak wisatawan, baik domestik maupun internasional, datang dan berkunjung ke kawasan Puncak,” ujar Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 19 Agustus 2026.
Kehadiran Nilagiri membawa fungsi baru bagi Vila Riung Gunung tanpa menghilangkan identitas historis bangunan tersebut. Restoran ini mengusung konsep A Historic Home of Indonesian Flavors dengan hidangan bercita rasa Indonesia sebagai bagian utama pengalaman bersantap.
Karakter bangunan vila dan lingkungan hijau di kawasan Puncak menjadi bagian dari suasana restoran. Pengunjung dapat menikmati hidangan sekaligus berada di lingkungan bangunan yang memiliki perjalanan sejarah sejak era 1950-an.
Co-Founder Indra Gunawan mengatakan pembukaan Nilagiri menjadi upaya meneruskan nilai keramahtamahan yang sudah melekat dalam perjalanan Vila Riung Gunung.
“Keramahtamahan telah lama menjadi bagian dari perjalanan Vila Riung Gunung. Vila ini pernah menjadi tempat singgah dan beristirahat, sekaligus menerima dan menjamu tamu. Melalui NIlagiri, kami ingin meneruskan esensi tersebut agar kembali dapat dikenal dan dirasakan oleh lebih banyak orang,” kata Indra Gunawan.
Konsep kuliner Nilagiri juga mengambil inspirasi dari kekayaan masakan Nusantara. Seperti ayam goreng sambal Embe, ikan goreng sambal Aceh, dan Panekuk.
Bagi pengelola, sejarah Vila Riung Gunung menjadi bagian penting dari identitas Nilagiri. Bangunan yang pernah menjadi tempat singgah dan beristirahat itu kini kembali dibuka untuk masyarakat dengan fungsi baru.
Dengan demikian, perjalanan Vila Riung Gunung tidak berhenti pada catatan sejarah bangunan yang berdiri sejak era Soekarno. Pembukaan Nilagiri menjadi babak baru bagi bangunan tersebut untuk kembali digunakan dan dikenal masyarakat di tengah kawasan Puncak.





Komentar (0)