BCA Finance Catat Pembiayaan EV Naik 2 Kali Lipat

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mencatatkan peningkatan pembiayaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) hingga dua kali lipat secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) 2026.

Presiden Direktur BCA Finance Petrus Karim saat konferensi pers BCA Expo 2026 di Jakarta, pembiayaan EV pada periode yang sama tahun lalu sebesar 7 persen.

Baca Juga :
Menembus Ombak, Mantri BRI Hadirkan Layanan Perbankan di Kepulauan Maluku Utara
Pegadaian Gandeng BCA, Kini Tabungan Emas Bisa Diakses Lewat myBCA

“Di BCA, tahun lalu 7 persen. Tahun ini sudah 15 persen,” kata Petrus Rabu, 19 Agustus 2026.

Petrus menyebut akselerasi pertumbuhan itu sejalan dengan kinerja pembiayaan kendraan listrik pada industri multifinance yang bergerak lebih tinggi bila dibandingkan dengan kendaraan konvensional, sebagaimana yang disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Maraknya merek serta pilihan kendaraan listrik yang tersedia di pasar juga turut mendukung pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik. “Pertumbuhan EV lebih besar daripada pertumbuhan ICE (internal combustion engine). Karena EV pemainnya banyak sekali, mereknya banyak sekali,” ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman melaporkan pembiayaan kendaraan listrik oleh multifinance mencapai Rp24,60 triliun per Juni 2026.

Nilai itu mengalami pertumbuhan sebesar 34,70 persen (year-on-year/yoy) dan diperkirakan dapat tumbuh positif hingga akhir 2026. Sementara itu, penyaluran pembiayaan mobil baru dan mobil bekas oleh multifinance terkontraksi 3,25 persen (yoy) menjadi Rp230,47 triliun.

OJK memperkirakan kinerja segmen pembiayaan kendaraan, termasuk kendaraan listrik, akan membaik ke depannya. Perbaikan itu didukung oleh peningkatan permintaan kendaraan, termasuk melalui penyelenggaraan pameran otomotif seperti Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang berpotensi mendorong penjualan kendaraan dan permintaan pembiayaan.

Insentif kendaraan listrik pun diharapkan dapat meningkatkan permintaan kendaraan listrik sehingga memberikan dampak positif terhadap penyaluran pembiayaan kendaraan listrik.

OJK mendorong perusahaan multifinance untuk menyesuaikan strategi bisnis serta memperkuat penerapan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan kendaraan listrik. (Ant)

Baca Juga :
Thailand Kejar Status Raja Mobil ASEAN, Modalnya Rp73,9 Triliun
Purbaya Pastikan Kesiapan Anggaran untuk Bantu Penanganan Gempa NTT
Transformasi Diakui secara Global, BRI Raih 2 Penghargaan Asian Banking & Finance Awards 2026

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BI Sebut Transaksi QRIS Melejit 82,4 Persen
• 8 jam lalu
0
thumb
Menilik Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
• 16 jam lalu
0
thumb
Bupati minta maaf terganggunya jaringan air bersih untuk warga
• 5 jam lalu
0
thumb
400.000 Antrean Haji Invalid, Potensi Rekening Dorman Rp10 T
• 6 jam lalu
0
thumb
Polisi Beberkan Alasan Mahasiswa Tidak Boleh Demo di Bundaran HI, Begini Penjelasannya
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.