UT Bebaskan UKT dan Beri Relaksasi Ujian bagi Mahasiswa Terdampak Gempa M7,7 di NTT

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Universitas Terbuka (UT) menyiapkan pembebasan uang kuliah tunggal (UKT), relaksasi akademik, dan berbagai bantuan lain bagi mahasiswa yang terdampak gempa bumi berkekuatan M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus.

Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto mengatakan pihak universitas tengah mendata mahasiswa terdampak, khususnya yang berada di wilayah Maumere dan sekitarnya.

"Kita sedang mendata mahasiswa kita, terutama yang terkena dampak di wilayah Maumere dan sekitarnya. Kita segera akan dapatkan datanya dan kita akan berikan bantuan semaksimal mungkin, sesuai dengan kadar musibah yang diterima, mulai dari pembebasan UKT kemudian bantuan lainnya, dan seterusnya," ungkap Ali.

Besaran dan bentuk bantuan akan disesuaikan dengan tingkat dampak bencana yang dialami masing-masing mahasiswa.

UT Siapkan Relaksasi Ujian dan Pembelajaran

Selain pembebasan UKT, UT memberikan kelonggaran dan relaksasi akademik kepada mahasiswa yang menghadapi kendala dalam mengikuti kegiatan pembelajaran akibat gempa.

Relaksasi tersebut antara lain menyangkut penyelenggaraan ujian akhir bagi mahasiswa terdampak.

"Termasuk nanti dalam hal fasilitasi dukungan pembelajaran yang spesial secara khusus kepada yang terhadap musibah, termasuk penyelenggaraan ujian. Jadi penyelenggaraan ujian boleh jadi mereka harus agak tertunda dari rekan-rekannya yang lain dan sebagainya, tapi tetap dalam semester yang sama," kata Ali.

Kebijakan tersebut memungkinkan mahasiswa terdampak mengikuti ujian lebih lambat dibandingkan mahasiswa lainnya, tetapi tetap dalam semester yang sama.

Ali menjelaskan pemberian bantuan kepada mahasiswa penyintas bencana bukan merupakan kebijakan baru bagi UT.

UT sebelumnya memberikan dukungan untuk menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa ketika bencana melanda sejumlah daerah, termasuk Aceh, Nias, dan Padang.

"Kita juga bahkan menggelontorkan tidak kurang dari empat ribu beasiswa (untuk mahasiswa) terkena bencana," ujar Ali.

UT Siapkan Layanan Pendidikan Jarak Jauh secara Offline

Sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menjadi pionir pendidikan jarak jauh, UT turut mengantisipasi kerusakan jaringan telekomunikasi dan kelistrikan akibat bencana.

UT telah menyiapkan skenario pelayanan akademik secara luring atau offline agar kegiatan pembelajaran mahasiswa tetap dapat berlangsung ketika jaringan internet mengalami gangguan.

"Ketika jaringan internet tidak bisa berfungsi dengan baik, maka kita punya pendidikan jarak jauh secara yang di-deliver secara offline," kata Ali.

Kemdiktisaintek Prioritaskan Keselamatan Sivitas Akademika

Secara terpisah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyatakan keselamatan seluruh sivitas akademika menjadi prioritas setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus.

Kemdiktisaintek juga terus memantau perkembangan kondisi di NTT setelah gempa tersebut.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan keselamatan manusia harus menjadi perhatian utama dalam situasi bencana sebelum memastikan keberlangsungan proses pendidikan.

"Dalam situasi bencana seperti ini, yang pertama harus kita pastikan adalah keselamatan sivitas akademika. Setelah itu, kita bersama-sama memastikan proses pendidikan tetap dapat berjalan dengan penyesuaian yang diperlukan," kata Brian.

Pemerintah menilai proses pendidikan perlu tetap dijaga melalui berbagai penyesuaian berdasarkan kondisi yang dihadapi sivitas akademika di wilayah terdampak.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
【Serial Sejarah】Jiang Zemin yang Sebenarnya (Bagian 1) 
• 12 jam lalu
0
thumb
Bali United Rekrut Putra Pelatih Timnas Indonesia John Herdman
• 20 jam lalu
0
thumb
Istana Ungkap Alasan Baliho Prabowo Berkibar di Udara Saat HUT ke-81 RI
• 16 jam lalu
0
thumb
Penanganan Darurat Gempa NTT, Kemensos Salurkan Bantuan Rp14,65 Miliar
• 16 jam lalu
0
thumb
Saham Produsen Robot Humanoid Terbesar di Dunia Melonjak 600 Persen usai IPO
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.