Kawasan Industri Kaltara Makin Bergeliat Serap 11 Ribu Tenaga Kerja

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Tarakan: Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat perkembangan positif sektor industri dan investasi sepanjang 2026. Hingga semester I 2026, realisasi investasi di provinsi tersebut mencapai Rp14 triliun.

Pertumbuhan sektor industri turut terlihat dari aktivitas kawasan industri Tanah Kuning-Mangkupadi di Kabupaten Bulungan. Kawasan tersebut mulai memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Gubernur Kaltara Zainal Paliwang menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan kawasan industri tersebut. Menurut dia, aktivitas industri memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja di daerah.

“Ini merupakan suatu kebanggaan kita di Kaltara, karena kita tahu bahwa sampai saat ini sudah 11 ribu tenaga kerja yang bekerja di lokasi tersebut,” ujar Zainal diwawancara usai memimpin Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Lapangan Agathis, Tanjung Selor, Senin, 17 Agustus 2026.

Kawasan industri Tanah Kuning-Mangkupadi tidak hanya menjadi lokasi pembangunan pabrik dan fasilitas pengolahan. Aktivitas industri di kawasan tersebut juga mulai mendorong kegiatan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Zainal menyebut aktivitas smelter di kawasan ekonomi khusus yang berada di wilayah Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) telah memasuki kegiatan ekspor.

“Kita juga bersyukur bahwa kegiatan smelter di kawasan ekonomi khusus di KIPI (Kalimantan Industrial Park Indonesia) di wilayah Kabupaten Bulungan ini sudah melakukan kegiatan ekspor,” ungkapnya.
 

Baca Juga :

Pemprov Kaltara Dorong UMKM Lebih Banyak Beperan dalam Pertumbuhan Investasi


KIPI dikembangkan oleh kelompok usaha PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. Selain kegiatan industri skala besar, perkembangan kawasan tersebut turut mendorong munculnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan.

Pemprov Kaltara menargetkan pengembangan kawasan industri di Tanah Kuning-Mangkupadi terus diperluas. Luas kawasan industri ditargetkan mencapai sekitar 30 ribu hektare.

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah daerah akan terus menarik investor baru agar membangun fasilitas industri dan pabrik di kawasan tersebut.

“Insyaallah kita akan mengundang lagi beberapa tenant-tenant untuk masuk melaksanakan pembangunan atau pun membuat program-program di kawasan industri tersebut, terutama pabrik-pabrik,” katanya.

Pemerintah daerah melihat masuknya investor dan pembangunan fasilitas industri sebagai salah satu faktor penting dalam meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara Hasriyani menyampaikan realisasi investasi hingga semester I 2026 mencapai Rp14 triliun.

Nilai tersebut merupakan bagian dari target investasi Kaltara yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp30,55 triliun sepanjang 2026.

“Kita sudah mencapai Rp14 triliun dari target pusat di Rp30,55 triliun. Kalau target tahun sebelumnya dari pusat memang lebih tinggi dari tahun ini, yaitu Rp37 triliun,” ujarnya.

Hasriyani menjelaskan, kawasan industri Tanah Kuning-Mangkupadi menjadi salah satu penyumbang utama realisasi investasi di Kaltara. Kawasan tersebut juga masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Jadi kawasan PSN (Proyek Strategis Nasional) yang di Tanah Kuning – Mangkupadi itu sangat berpengaruh dengan realisasi investasi kita. Kita optimis hingga akhir tahun tercapai target investasi di tahun 2026,” katanya.

Pemprov Kaltara optimistis realisasi investasi hingga akhir 2026 dapat memenuhi target. Pemerintah daerah akan terus mendorong masuknya investasi baru, terutama ke kawasan industri di Kabupaten Bulungan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ini Pertimbangan Bank Indonesia Tahan Suku Bunga 5,75 Persen
• 10 jam lalu
0
thumb
Shell Angkat Kaki dari Indonesia, Jual Seluruh SPBU ke Sefas Group
• 8 jam lalu
0
thumb
Ricuh Karnaval HUT RI Cicalengka: Kapolsek-Danramil Terluka, 3 Tersangka
• 16 jam lalu
0
thumb
Bantu Korban Gempa, DPW Perindo NTT Buka Posko Bantuan Terpusat di 7 Kabupaten
• 5 jam lalu
0
thumb
Ekonom Nilai Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu Bukan Solusi Bebas Risiko Fiskal
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.