Transaksi Nego Misterius Rp1,42 Triliun di Saham DSSA, Siapa di Baliknya?

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Transaksi saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) di pasar negosiasi tercatat mencapai sekitar Rp1,42 triliun pada Rabu (19/8/2026).

Transaksi Nego Misterius Rp1,42 Triliun di Saham DSSA, Siapa di Baliknya? (Foto: Magnific)

IDXChannel – Transaksi saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) di pasar negosiasi tercatat mencapai sekitar Rp1,42 triliun pada Rabu (19/8/2026).

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi terbesar terjadi pada harga Rp980 per saham dengan volume sekitar 1,445 miliar saham dan nilai mencapai Rp1,416 triliun.

Baca Juga:
Akuisisi Pemegang Saham XLSmart, DSSA Gelontorkan Rp4,2 Triliun

Selain itu, tercatat transaksi DSSA pada harga Rp990 sebanyak 300.000 saham senilai Rp297 juta, harga Rp995 sebanyak 2.500 saham senilai sekitar Rp2,49 juta, serta harga Rp1.045 sebanyak 200.000 saham senilai Rp209 juta.

Secara keseluruhan, transaksi tersebut mencapai 1.445.502.500 saham dengan nilai sekitar Rp1,417 triliun.

Baca Juga:
BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75 Persen, Simak Gerak Saham Bank

Namun, belum diketahui siapa pihak yang berada di balik transaksi jumbo emiten Grup Sinar Mas tersebut.

Data perdagangan yang tersedia belum menunjukkan identitas pembeli maupun penjual dalam transaksi pasar negosiasi tersebut.

Baca Juga:
Limpahan Data Center Regional, DCII hingga DSSA Jadi Sorotan

Sementara itu, di pasar reguler, saham DSSA tercatat berada di level Rp1.000 per unit, mendadak menguat 2,56 persen secara harian.

Besarnya nilai transaksi tersebut menjadi perhatian pasar, mengingat nilainya mencapai lebih dari Rp1 triliun hanya dalam satu rangkaian transaksi di pasar negosiasi.

Menurut riset UOB Kay Hian pada 14 Agustus 2026, DSSA bersama sejumlah emiten besar lainnya berpotensi menjadi penerima manfaat langsung dari pertumbuhan industri data center.

Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menangkap limpahan permintaan data center dari Singapura dan Malaysia, yang menghadapi keterbatasan lahan, listrik, dan air.

Melalui SM+, DSSA mengoperasikan dan mengembangkan sekitar 40 MW kapasitas IT load yang tersebar di 25 data center.

Salah satunya adalah SMX01 di Jakarta, fasilitas Tier IV yang AI-ready dengan kapasitas awal 18 MW dan dapat ditingkatkan hingga 60 MW. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Penjelasan Istana soal Posisi Duduk Jokowi Sejajar dengan Prabowo-Gibran Saat HUT Ke-81 RI
• 13 jam lalu
0
thumb
PPRE Raih Kontrak Baru Rp1,5 Triliun hingga Kuartal II-2026
• 3 jam lalu
0
thumb
Kapolri dan Titiek Soeharto Tanam Bawang Serentak, Potensi Panen Capai 2.795 Ton
• 1 jam lalu
0
thumb
Pameran SBY Art Community 2026 Digelar di TIM, Ada Karya Lukis 7 Meter yang Bisa Dilihat Gratis
• 14 jam lalu
0
thumb
Kejagung Periksa 6 Saksi dari Swasta Hari Ini, Dianggap Tahu Perkara TPPU yang Libatkan Febrie
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.