Hujan Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Meluas, Pemkab Lamsel Bagikan 4.500 Masker

rctiplus.com
6 jam lalu
Cover Berita
Hujan Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Meluas, Pemkab Lamsel Bagikan 4.500 MaskerNasional | inews | Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:58Dengarkan Berita

LAMPUNG SELATAN, iNews.id – Hujan abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda melanda empat kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (19/8/2026). Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan membagikan ribuan masker kepada warga terdampak.

Dari data Pemkab Lampung Selatan, hujan abu tersebut mengguyur empat wilayah meliputi Kecamatan Bakauheni, Penengahan, Kalianda, dan Rajabasa, khususnya kawasan Pulau Sebesi. 

Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Pulau Sebesi, wilayah daratan terdekat dari Gunung Anak Krakatau. Debu vulkanik tebal menutupi halaman, atap, bahkan hingga masuk ke dalam rumah dan menempel pada perabotan warga. 

Situasi tersebut memaksa warga setempat bekerja ekstra membersihkan tempat tinggal mereka secara berkala guna mengantisipasi gangguan pernapasan. 

Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Supriyanto mengatakan, pemkab telah menyiagakan tim medis dan tenaga kesehatan dari puskesmas setempat, terutama di titik-titik terdampak paling parah. 

Baca Juga:2 Korban KM Nurul Salsa Ditemukan dalam Keadaan Selamat, 18 Orang Masih Hilang

"Dinas Kesehatan telah membagikan 1.500 masker di kawasan Dermaga Canti dan sekitarnya, serta 3.000 masker khusus untuk warga di Pulau Sebesi," ujar Supriyanto, Rabu (19/8/2026). 

Pemkab Lampung Selatan mengimbau seluruh warga untuk senantiasa mengenaikan masker dan kacamata pelindung saat terpaksa beraktivitas di luar ruangan. Pihak pemerintah juga meminta kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan ibu hamil untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. 

Warga juga diminta untuk menutup rapat wadah penampungan air minum serta makanan agar tidak terkontaminasi debu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan.

Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau tercatat melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir, di mana puncak erupsi terbanyak terjadi pada Senin (17/8/2026) dengan kurun 20 kali letusan.

Saat ini status gunung api tersebut masih bertahan pada Level III (Siaga) dengan radius bahaya aman ditetapkan sejauh tiga kilometer dari kawah aktif.

#lampung

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kabar Gembira, Guru PPPK Paruh Waktu Berpeluang Jadi ASN
• 12 jam lalu
0
thumb
Tekuk Yordania, Putri Nusantara Menang Perdana di Srikandi Merdeka Cup
• 16 menit lalu
0
thumb
Pasar Futures Mulai Berkembang, Bittime Tekankan Edukasi dan Manajemen Risiko
• 9 jam lalu
0
thumb
Mobil PM Thailand Tiba-Tiba Digeledah Polisi, Cari Senjata Api-Narkoba
• 17 jam lalu
0
thumb
Foto: Chile Dilanda Hujan Lebat, Longsor Tutup Akses Jalan Paposo
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.