Nekat Temui Dedi Mulyadi demi Lunasi Tagihan RS Rp166 Juta, Ibu Ini Justru Dapat Teguran Keras

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Dedi Mulyadi didatangi Ibu Lilis yang membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan tagihan perawatan di RS Hasan Sadikin sebesar Rp166 juta. Mengalami patah tulang akibat kecelakaan, Ibu Lilis berharap biaya tersebut dapat dibantu. Namun, Dedi Mulyadi justru mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan dan kelengkapan berkendara.

Ibu Lilis mengalami kecelakaan motor setelah menabrak sebuah truk angkutan pasir. Ia mengaku saat kejadian sedang melamun sehingga tidak menyadari kondisi di sekitar. Akibat kecelakaan tersebut, ia mengalami patah tulang dan harus menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin selama sekitar 20 hari.

Persoalan biaya kemudian menjadi kendala karena status BPJS Ibu Lilis sedang tidak aktif akibat keterlambatan pembayaran. Kondisi tersebut membuat biaya perawatan dan operasi tidak dapat ditanggung BPJS. Total tagihan rumah sakit yang harus dihadapi Ibu Lilis disebut mencapai Rp166 juta.

Ibu Lilis kemudian menemui Dedi Mulyadi untuk meminta bantuan menyelesaikan persoalan tagihan tersebut. Selain biaya perawatan sebelumnya, ia juga masih membutuhkan tindakan medis lanjutan, tetapi terkendala persoalan administratif yang berkaitan dengan rumah sakit dan Kementerian Keuangan.

Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi lebih dulu menyoroti kondisi Ibu Lilis saat mengalami kecelakaan. Ia menilai musibah memang dapat terjadi kepada siapa saja, tetapi setiap orang tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan dirinya ketika berkendara.

Dedi Mulyadi juga menyinggung kelengkapan administrasi kendaraan dan pengendara. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam pertemuan itu, Ibu Lilis diketahui tidak memiliki SIM dan menggunakan sepeda motor yang tidak dilengkapi STNK atau disebut bodong.

Dedi Mulyadi kemudian menyampaikan pandangannya mengenai berbagai kondisi warga yang membutuhkan bantuan. Ia mengatakan dirinya lebih bersemangat membantu orang yang mengalami musibah dalam keadaan tertentu, tetapi mengingatkan bahwa masyarakat juga perlu berupaya mencegah risiko yang sebenarnya dapat dihindari.

“Saya ini senang, Bu, kalau ditolong orang dibacok. Kenapa? Karena dia dizalimi orang. Nolong orang. Kenapa? Sakit. Sakitnya itu akibat kerja, akibat itu, akibat ini. Senang banget. Terus kemudian nolong orang yang melahirkan. Melahirkannya anak kedua. Tapi memang tidak mampu, caesar, senang banget,” ucap Dedi Mulyadi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kasus Sopir Alphard Pukul Motor Ojek di Jaksel Pakai Batu Berakhir Damai, Pelaku Minta Maaf
• 8 jam lalu
0
thumb
Purbaya Kunjungi Daerah Bencana, Bawa Bantuan 1 Truk Isi Beras-Selimut
• 2 jam lalu
0
thumb
Purbaya dan Legislator Kunjungi Flores, Lihat Kondisi Pasca Gempa
• 3 jam lalu
0
thumb
Guru Literasi Jakarta Kampanyekan Sekolah Bersih Lewat Daur Ulang
• 4 jam lalu
0
thumb
3 Gunung Api Erupsi Beruntun Selasa Malam, Satu di NTT
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.