Kepanasan dan Kehujanan, Penumpang Minta Halte Transjakarta di Jatiasih Segera Dibangun

kompas.com
50 menit lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Sejumlah penumpang Transjakarta rute B41 berharap Pemkot Bekasi menyediakan halte yang layak di titik pemberhentian Komsen Jatiasih, Kecamatan Jatiasih.

Selama ini, penumpang harus menunggu kedatangan bus di trotoar tanpa tempat berlindung yang memadai. Penumpang merasakan kepanasan dan kehujanan saat antre bus.

Kondisi semakin terasa ketika antrean penumpang memanjang, terutama pada jam sibuk.

Visko Indianto (54), salah satu penumpang Transjakarta, mengatakan fasilitas di titik pemberhentian tersebut seharusnya menjadi perhatian pemerintah.

"Ini harusnya bagian tanggung jawab dari Pemda DKI dan Pemkot Bekasi untuk menyediakan fasilitas. Jangan kita dibiarkan seperti ini tanpa pelayanan yang maksimal," ujar Visko saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu (19/8/2026).

Baca juga: Penumpang Transjakarta Antre di Trotoar Jatiasih, Warga Patungan Sediakan 3 Bangku

Visko berharap pengelola Transjakarta dan pemerintah segera melengkapi fasilitas pendukung transportasi umum, termasuk di titik-titik pemberhentian yang berada di wilayah penyangga Jakarta.

"Jadi mungkin TJ harus berbenah diri, semua infrastruktur harus dilengkapi termasuk spot-spot yang pinggiran seperti ini," katanya.

Menurut Visko, Pemkot Bekasi juga perlu menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung layanan Transjakarta yang beroperasi di wilayahnya.

Keluhan serupa disampaikan Bagus (56), penumpang yang sudah sekitar enam bulan menggunakan Transjakarta dari Komsen Jatiasih.

Selama menggunakan layanan tersebut, Bagus mengaku belum melihat adanya halte yang dapat digunakan penumpang untuk menunggu bus dengan nyaman.

"Rasanya prihatin pasti. Karena transportasi ini mendukung masyarakat untuk efisiensi. Tapi fasilitasnya belum lengkap," kata Bagus.

Baca juga: Kemenhub: Kami Tak Pernah Beri Instruksi Sopir Bus Tolak Angkut Massa Demo BEM UI

Menurut dia, keberadaan halte semakin dibutuhkan karena antrean penumpang di titik tersebut kerap memanjang.

"Kan kasihan kalau harus telantar di pinggir jalan. Kalau panas kepanasan, kalau hujan kehujanan," ujarnya.

Bagus berharap halte yang nantinya dibangun tidak sekadar menjadi tempat berteduh, tetapi juga dilengkapi fasilitas penunjang bagi penumpang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Di Sentral Cawang itu bagus, ada AC, terus ada tempat charger juga," kata Bagus.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
[FULL] Wamensos Ungkap Perkembangan Bantuan Gempa NTT, Angkutan dan Relawan Dibutuhkan| KOMPAS MALAM
• 18 jam lalu
0
thumb
Bahlil Minta Pengembangan Panas Bumi Dipercepat
• 3 jam lalu
0
thumb
Ruben Onsu dan Sarwendah Kembali Bertemu di Pengadilan, Jalani Sidang Mediasi Hak Asuh Anak
• 4 jam lalu
0
thumb
Destry Bakal Fit and Proper Test di DPR 26 Agustus 2026
• 21 jam lalu
0
thumb
Garuda Indonesia Ungkap Alasan Direktur Niaga Reza Aulia Hakim Diberhentikan Sementara
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.