jpnn.com, JAKARTA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menagih pemerintah pusat merealisasikan dana tunda salur milik Pemprov sebanyak Rp 1,3 triliun.
Alokasi dana tersebut sangat mendesak karena mencakup kebutuhan Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebesar Rp 276 miliar.
BACA JUGA: Buka Bulan K3 Bersama Gubernur Jatim, Petrokimia Gresik Raih 3 Penghargaan
Khofifah menargetkan pembayaran hak bagi para tenaga pendidik ini dapat dituntaskan tepat waktu sesuai jadwal.
"Untuk TPG itu harapan kami bisa kami penuhi paling telat akhir Oktober, ya," ujar Khofifah di kantor Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta Pusat, Rabu (19/8).
BACA JUGA: Sambut Kunker & Misi Dagang Gubernur Jatim, Pemprov Kalteng Perkuat Sinergi Ekonomi Antardaerah
Pemprov Jawa Timur mengaku telah menerima bantuan fiskal Rp 19 miliar dari pemerintah pusat guna meredam tekanan keuangan daerah.
Meski demikian, nominal tersebut dipandang belum memadai untuk menutupi total beban pembiayaan pemerintah provinsi.
BACA JUGA: Guru Beserdik Diangkat PPPK Paruh Waktu Ditampung di Tendik, Dapodik Berubah, TPG Batal
"Rp 19 miliar, tetapi ada dari salur ke Jatim yang masih kurang Rp 1,3 triliun," tuturnya menegaskan kondisi anggaran saat ini.
Guna menyiasati keterbatasan transfer pusat, Khofifah mengaku berupaya mengoptimalkan seluruh potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dia menjalankan penyesuaian anggaran secara mandiri tanpa menambah beban ekonomi kepada warga.
"Saya enggak pernah cerita PAD. Pokoknya kami maksimalkan," jelas Khofifah mengenai langkah strategisnya.
Khofifah menjelaskan setiap celah kekurangan dana transfer pusat akan diupayakan melalui skema penyesuaian internal tepat sasaran.
Mantan Menteri Sosial ini memastikan kebijakan fiskal yang diambil tetap mengedepankan kepentingan rakyat kecil di Jawa Timur.
"PAD-nya, kami coba maksimalkan tanpa menambah beban masyarakat, itu penting," ujar Khofifah. (rom/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Kejagung Temukan Bukti Baru TPPU
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah





Komentar (0)