Selain Perbaiki Hercules, GMF Juga Mampu Lakukan MRO A400M sampai Rafale

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk sudah berhasil merampungkan modernisasi atau overhaul C-130H Hercules milik TNI AU. Namun, nyatanya GMF tak hanya bisa melakukan MRO Hercules, melainkan juga beberapa pesawat angkut bahkan tempur milik TNI AU lainnya. President & CEO PT Garuda Maintenance Facility (GMF), Andi Fahrurrozi, menjelaskan saat ini GMF sudah mengantongi offset untuk pesawat angkut TNI AU lain yakni Airbus A400M serta pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dan Rafale F4. “Jadi kami kan ada program offset sebenarnya. Selain C-130 ini kami dapat offset untuk A400M, maintenance-nya untuk Falcon dan untuk Rafale,” kata Andi di fasilitas GMF, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, pada Rabu (19/8). Meski demikian, nantinya bukan hanya GMF yang akan menggarap proyek MRO beberapa pesawat lain tersebut. Andi menjelaskan skema kerjanya bisa dibagi bersama dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI). “Nanti bagi-bagi. Jadi offset itu misalnya Rafale, tidak di satu perusahaan. Misalnya GMF dapat Avioniknya, PT Dianji dapat engine-nya,” ujarnya. Ia juga menjelaskan memang saat ini GMF tak hanya melakukan MRO untuk pesawat komersial atau pesawat non-militer. Saat ini, GMF juga sudah memiliki unit bisnis strategis untuk pesawat-pesawat militer (SBU Defense). Untuk itu, Andi juga menarget pendapatan dari SBU Defense tersebut terus meningkat bahkan hingga 20 persen dari total pendapatan GMF. “Kalau di GMF, kami proyek dari kebutuhan-kebutuhannya bukan hanya satu ini. Jadi ada banyak proyek. Tahun ini revenue dari defense itu 10 persen dari total revenue GMF. Target kita 10 persen, 5 tahun ke depan target kita 20 persen (dari SBU Defense),” kata Andi. Sebelumnya, GMF memang sudah melakukan modernisasi 130H dengan tail number A-1319 asal Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh. Adapun pesawat itu sudah dipakai TNI AU sejak 1980-an. Modernisasi C-130H meliputi Center Wing Box Replacement, Avionic Upgrade Program, dan Structural Integrity Program. Pantauan kumparan, sistem informasi avionik di kokpit pesawat yang awalnya masih analog sudah menjadi digital. “Penyelesaian proyek pesawat A-1319 ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan pengembangan kapabilitas sekaligus menjadi bukti bahwa kemampuan industri dalam negeri terus berkembang untuk menjawab kebutuhan industri pertahanan nasional,” ujar Andi. Andi menambahkan, dalam proses modernisasi, terdapat transfer teknologi dari pabrikan C-130 yakni Lockheed Martin. Sebab A-1319 merupakan prototipe Hercules pertama yang dimodernisasi pada sektor avionik dan Center Wing Box di luar fasilitas Lockheed Martin. Andi menambahkan, dalam proses modernisasi, terdapat transfer teknologi dari pabrikan C-130 yakni Lockheed Martin. Sebab A-1319 merupakan prototipe Hercules pertama yang dimodernisasi pada sektor avionik dan Center Wing Box di luar fasilitas Lockheed Martin. Usai dimodernisasi, pesawat tersebut diserahkan kepada Kementerian Pertahanan. Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menilai langkah ini merupakan awal kemandirian Indonesia dalam segi modernisasi alutsista. Ke depan, Sjafrie menginginkan proses perawatan pesawat-pesawat TNI AU bisa dirawat oleh ekosistem dalam negeri.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pentagon Perintahkan 30 Universitas Meninjau Kerja Sama dengan Tiongkok, Jika Tidak Dana Akan Diputus
• 5 menit lalu
0
thumb
Jadwal Samdech Thipadei Cup 2026 Hari Ini: Timnas Voli Indonesia Lawan Kamboja
• 9 jam lalu
0
thumb
Seskab Teddy: 65 Ton Logistik Tambahan Diterbangkan untuk Korban Gempa NTT
• 7 jam lalu
0
thumb
Operator Kapal Minta Angkutan Penyeberangan Diperlakukan Setara dengan Moda Transportasi Lainnya
• 13 jam lalu
0
thumb
Selamat! Dikta dan Rachel Florencia Dikabarkan Telah Resmi Menikah
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.