Jakarta: Badan SAR Nasional (Basarnas) memastikan tidak ada lagi korban hilang pascagempa bermagnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat ini, petugas berfokus melakukan penyisiran hingga pemulihan di sejumlah daerah terdampak bencana.
"Karena sampai dengan hari ketiga, operasi yang kita laksanakan hanya tinggal penyisiran, karena berdasarkan laporan dan data para korban tidak ada lagi saudara maupun tetangga yang masih dalam pencarian," ujar Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo, dalam tayangan Breaking News Metro TV, Rabu, 19 Agustus 2026.
Baca Juga :
Purbaya Pastikan Anggaran Penanganan Bencana di NTT CukupBangunan runtuh usai gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Dokumentasi/ BNPB.
Basarnas juga mengoperasikan helikopter untuk mendukung mobilitas pelayanan kesehatan tersebut. Dalam dua penerbangan, tim tidak hanya memberangkatkan tenaga kesehatan, tetapi juga mengevakuasi delapan warga terdampak menuju Labuan Bajo guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di rumah sakit.
Sementara itu, hingga hari keempat pascabencana, tercatat sebanyak 202 orang menjadi korban akibat gempa bumi M 7,7 yang mengguncang NTT. Dari jumlah tersebut, 70 orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan 132 orang lainnya mengalami luka-luka.





Komentar (0)