Ojol Diduga Lempar Molotov ke Pos Polisi Gegara Kesal Ditilang, Sahroni: Jangan Tolerir

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Penangkapan oknum ojek online (ojol) yang diduga melempar bom molotov ke pos polisi di Surabaya karena kesal ditilang didukung. Sebab, menyerang aparat tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

“Apa pun alasannya, menyerang aparat jelas salah dan ada konsekuensi pidananya. Kalau memang ditilang, berarti ada pelanggaran lalu lintas yang dilakukan, bukan kemudian dibalas dengan menyerang polisi," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni, Rabu, 19 Agustus 2026.

Sahroni menyampaikan, proses hukumnya harus dilanjutkan. Sehingga, dapat menjadi pembelajaran bagi pihak lain agar tidak melakukan tindakan anarkis.

Baca Juga :

Bandar Narkoba di Pekanbaru Ditembak Usai Serang Polisi
"Bahwa ketidakpuasan terhadap penindakan tidak bisa diselesaikan dengan kekerasan,” ungkap Sahroni.

Selain itu, Sahroni meminta aksi tersebut tidak digeneralisasi sebagai perilaku pengemudi ojol. Sebab, mayoritas pengemudi ojol selama ini justru berupaya menjaga keselamatan penumpang dengan mematuhi aturan lalu lintas.

"Dan inilah yang selalu dijaga oleh teman-teman driver ojol. Maka jika ada oknum berbuat kebablasan seperti ini, ya harus ditindak. Jangan tolerir oknum anarkis,” tegas Sahroni.

Ilustrasi penangkapan. Foto: Medcom.id.

Pengemudi ojol diduga melempar bom molotov ke dua pos polisi di Surabaya pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026. Aksi tersebut diduga dilakukan karena sakit hati pernah ditilang polisi. 

Pelaku berusia 30 tahun tersebut diamankan setelah polisi mengumpulkan bukti dari rekaman CCTV dan keterangan saksi. Pelaku menyebut dirinya terinspirasi dari game PUBG.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast, mengatakan satu anggota polisi mengalami luka dan telah mendapat penanganan medis. Sementara itu, kerusakan pada pos polisi relatif ringan dan pelayanan tetap berjalan normal. 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BI Tahan BI Rate 5,75 Persen Demi Jaga Rupiah hingga Inflasi
• 46 menit lalu
0
thumb
Kejar Target 30 GW PLTS, Pemerintah Tandai 9.000 Hektare Lahan Negara dan Waduk
• 1 jam lalu
0
thumb
Pemkot Cirebon Gencarkan Penggunaan QRIS Lewat Cirebon QRIS Run 2026
• 10 jam lalu
0
thumb
Antisipasi Gagal Panen, Bantuan Pangan Beras di Indramayu Mulai Disalurkan
• 15 jam lalu
0
thumb
Polri Raih Rekor MURI lewat Penanaman Bawang Putih Serentak di 279,53 Hektare Lahan
• 56 menit lalu
0
Berhasil disimpan.