GMF Rampungkan Modernisasi C-130 Hercules TNI AU, Perpanjang Usia Pakai 20 Tahun

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk telah merampungkan modernisasi atau overhaul terhadap salah satu armada angkut TNI AU, C130 Hercules. Modernisasi itu disebut bisa memperpanjang usia pesawat hingga 20 tahun lagi.

Pesawat C-130H dengan tail number A-1319 asal Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh itu sudah dipakai TNI AU sejak 1980-an.

“Pekerjaan yang telah dilakukan GMF bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan avionik pesawat, tetapi juga memperpanjang usia operasional pesawat hingga 15-20 tahun. Sekaligus meningkatkan keandalan dan kesiapan operasional C-130 dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI AU,” kata Andi Fahrurrozi, President & CEO PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia Tbk, di fasilitas GMF, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, pada Rabu (19/8).

Modernisasi C-130H meliputi Center Wing Box Replacement, Avionic Upgrade Program, dan Structural Integrity Program. Pantauan kumparan, sistem informasi avionik di kokpit pesawat yang awalnya masih analog sudah menjadi digital.

“Penyelesaian proyek pesawat A-1319 ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan pengembangan kapabilitas sekaligus menjadi bukti bahwa kemampuan industri dalam negeri terus berkembang untuk menjawab kebutuhan industri pertahanan nasional,” ucapnya.

Andi menambahkan, dalam proses modernisasi, terdapat transfer teknologi dari pabrikan C-130 yakni Lockheed Martin. Sebab A-1319 merupakan prototipe Hercules pertama yang dimodernisasi pada sektor avionik dan Center Wing Box di luar fasilitas Lockheed Martin.

“Dalam program ini GMF mendapatkan transfer teknologi dari Lockheed Martin. Keberhasilan penyelesaian pesawat ini merupakan hasil dari sinergi dan kepercayaan yang terbangun antara Kementerian Pertahanan TNI Angkatan Udara, GMF, Lockheed Martin dan PT Dirgantara Indonesia,” kata Andi.

Usai dimodernisasi, pesawat tersebut diserahkan kepada Kementerian Pertahanan. Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menilai langkah ini merupakan awal kemandirian Indonesia dalam segi modernisasi alutsista. Ke depan, Sjafrie menginginkan proses perawatan pesawat-pesawat TNI AU bisa dirawat oleh ekosistem dalam negeri.

“Jadi secara makro strategis ini adalah satu langkah maju yang kita lakukan bahwa pemeliharaan pesawat transportasi milik Angkatan Udara. Tidak hanya C-130 tapi juga kepada pesawat transport yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara yang lain itu akan dipelihara oleh negara kita sendiri,” ujarnya.

Di tempat yang sama, KSAU Tony Harjono menyatakan modernisasi C-130 sebenarnya tak hanya dilakukan di GMF, melainkan juga melibatkan PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Sehingga sebenarnya sudah ada satu pesawat yang sedang dimodernisasi di fasilitas PTDI.

“Jadi Angkatan Udara sudah mengirim satu pesawat C-130 ke PTDI untuk melakukan yang sama. Kemudian di sini (GMF) juga sudah ada dua pesawat (lain) yang akan melaksanakan center wing box dan upgrade avionic yang selain dari dua yang sudah sudah selesai,” kata Tony.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Danantara Kelola Saham BEI, Ekonom Dorong Lebih Banyak BUMN IPO
• 21 jam lalu
0
thumb
Fakta-Fakta Orangutan Koleksi Solo Safari Lepas dan Berkeliaran di Area Pedagang
• 3 jam lalu
0
thumb
Foto: Hadapi Kemarau Ekstrem, Peternak Inggris Andalkan Pertanian Regeneratif
• 1 jam lalu
0
thumb
Nama Depok Ternyata Singkatan dari Bahasa Belanda, Ini Kepanjangannya
• 19 jam lalu
0
thumb
Asing Net Sell Rp371 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.