Berdasarkan laporan Bloomberg, Tata Technologies dipercaya untuk mengerjakan pengembangan platform kendaraan secara menyeluruh atau end-to-end. Jika terealisasi, kerja sama tersebut menjadi pertama kalinya Honda menyerahkan pengembangan platform kendaraan kepada perusahaan jasa teknik asal India.
Platform baru tersebut disebut dirancang untuk mendukung berbagai jenis sistem penggerak, mulai dari mesin pembakaran internal (ICE), hybrid, hingga kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).
Namun hingga saat ini belum ada informasi mengenai model kendaraan yang akan menggunakan platform tersebut, jadwal peluncuran, maupun pasar yang menjadi target utama seperti diberikan oleh Carscoops.
Jenama asal Jepang itu hanya menyatakan perusahaan selalu mempertimbangkan kemitraan eksternal untuk meningkatkan daya saing bisnisnya. Sementara itu, Tata Technologies belum memberikan tanggapan terkait laporan tersebut. Baca Juga:
Pahami Syarat dan Ketentuan Perpanjang SIM Mati Tanpa Bikin Baru Bukan Kerja Sama dengan Tata Motors Perlu dicatat Tata Technologies berbeda dengan Tata Motors, meskipun keduanya berada di bawah naungan Tata Group.
Tata Technologies bergerak di bidang layanan rekayasa teknik dan digital untuk industri otomotif, dirgantara, serta manufaktur. Karena itu kerja sama yang dilaporkan bukan berupa penggunaan platform atau kendaraan Tata Motors yang kemudian diberi merek Honda.
Dalam industri otomotif, platform kendaraan memiliki peran penting karena menjadi fondasi utama yang menentukan dimensi kendaraan, konfigurasi teknis, hingga proses produksi. Satu platform biasanya dapat digunakan untuk berbagai model kendaraan dalam satu keluarga produk.
Karena itu, jika Honda benar-benar menyerahkan pengembangan platform kepada Tata Technologies, langkah tersebut dinilai lebih besar dibandingkan sekadar kolaborasi desain atau pengembangan komponen tertentu. Strategi Efisiensi Biaya Honda Laporan tersebut juga mengaitkan kerja sama ini dengan upaya Honda meningkatkan efisiensi pengembangan produk. Setelah membukukan kerugian bersih sebesar 423,9 miliar yen atau sekitar USD2,8 miliar pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026, Honda melakukan evaluasi terhadap strategi bisnis kendaraan listriknya.
Dalam strategi terbaru, Honda memperkenalkan target "Triple Half", yakni memangkas biaya pengembangan, waktu pengembangan, dan beban kerja hingga 50% dibandingkan level tahun 2025. Baca Juga:
Catat Call Center 1500813, Bisa Panggil Mobil Derek Gratis di Jakarta
Dengan target tersebut, pemanfaatan sumber daya eksternal dinilai menjadi salah satu langkah yang dapat membantu Honda meningkatkan efisiensi sekaligus mempertahankan daya saing di tengah transformasi industri otomotif global. India Berpotensi Jadi Pasar Utama Hingga kini belum diketahui apakah platform baru tersebut akan digunakan secara global atau hanya untuk pasar tertentu.
India menjadi salah satu kemungkinan pasar yang dituju mengingat posisi Honda di negara tersebut terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pangsa pasar Honda di India disebut telah turun menjadi kurang dari 2%, dibandingkan sekitar 7% lebih satu dekade lalu.
Jika kerja sama ini benar-benar diwujudkan, langkah tersebut dapat menjadi awal strategi baru Honda dalam mengembangkan kendaraan masa depan dengan melibatkan mitra eksternal secara lebih luas.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)






Komentar (0)