Pencarian Hari Ketujuh, ASN Kota Bogor Hanyut di Sungai Cisadane Belum Ditemukan

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS.com - Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bogor yang diduga hanyut di Sungai Cisadane, Kamis (13/8/2026), belum ditemukan petugas SAR.

Dari pesan broadcast yang diterima Kompas.com, terdapat poster pencarian orang hilang, mengenai B (36) berisi nama lengkap, alamat, serta kronologi singkat hingga terdapat nomor keluarga maupun pihak Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, tim gabungan pencarian masih terus berupaya mencari keberadaan B di aliran Sungai Cisadane.

Baca juga: BPBD Cari ASN Kota Bogor Diduga Hanyut di Sungai Cisadane hingga Radius 300 Meter

Namun, tim gabungan memiliki batas Standar Operasional Prosedural (SOP) yang perlu dilakukan.

Selain itu, pihak keluarga dari B sudah melaporkan kepada pihak kepolisian.

Jenal berharap pihak kepolisian dapat mengungkap kejadian yang terjadi kepada B.

"Tapi ada batas SOP yang harus dilakukan, dan apalagi keluarga sudah melaporkan ke pihak kepolisian. Artinya, hari ini kita dukung kepolisian untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di lokasi tersebut terhadap saudara B," jelas Jenal di Balai Kota Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (19/8/2026).

Sementara itu, polisi menyatakan, keluarga korban sudah membuat laporan orang hilang.

Baca juga: Kronologi ASN Kota Bogor Diduga Hanyut di Sungai Cisadane, Sedang Jalan Pulang Usai Rapat

Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Ihin Solihin, mengatakan laporan keterangan orang hilang itu sudah diterima oleh pihak Polsek Bogor Selatan, Minggu (16/8/2026) lalu.

"Sudah bikin surat keterangan orang hilang, hari minggu diterima LP orang hilangnya," kata Ihin saat dihubungi Kompas.com, pada Selasa (18/8/2026).

Ihin menyebut, pihaknya sedang berupaya untuk melakukan pelacakan ponsel milik korban seperti percakapan terakhir.

"Ya kita berupaya dari hal tersebut paling lewat ponsel, paling kita coba pelacakan di ponsel, mencoba membuka percakapan korban," jelasnya.

Ia menilai, hilangnya korban B di area Sungai Cisadane memiliki kejanggalan.

Ihin menyampaikan, orang yang tenggelam akan naik ke permukaan air dalam kurun waktu tiga sampai empat hari lamanya.

"Karena dari lokasi orang Basarnas mengatakan ini agak janggal katanya. Biasanya orang tenggelam itu 3-4 hari sudah muncul tapi ini tidak ada atau akan keluar cairan, ini hasil penelusuran Basarnas, tanda-tanda itu tidak ada," ujar dia.

Baca juga: Motor ASN Kota Bogor yang Diduga Hanyut di Sungai Cisadane Ditemukan Dalam Kondisi Menyala

Sebagai informasi, B (36) merupakan ASN yang bertugas di Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor.

Dirinya diduga jatuh dan hanyut di aliran Sungai Cisadane saat menuju perjalanan pulang ke kediamannya di Pamoyanan setelah mengikuti rapat internal, Kamis malam.

Hingga kini, pencarian B masih terus dilakukan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mantan Suami Clara Shinta Datangi Polda Metro Jaya, Jalani Pemeriksaan atas Laporan sang Selebgram
• 2 jam lalu
0
thumb
Setelah Proses Pemadaman, Kawasan Bromo Bakal Dibuka 20 Agustus
• 18 jam lalu
0
thumb
Buka Akses Jalan di Pulau Palue, Polres Sikka Kirim Dua Ekskavator
• 7 jam lalu
0
thumb
Tak Hanya Bantuan Logistik, Korban Gempa NTT Dapat Trauma Healing di Pengungsian
• 21 jam lalu
0
thumb
Mantan Suami Bongkar Dugaan Tindak Kriminal Clara Shinta, Pernah Jual Obat Terlarang
• 16 menit lalu
0
Berhasil disimpan.