Pada peringatan Hari Kemerdekaan Ke-81 RI, warga Jakarta akan menerima kado istimewa dari Pemerintah Provinsi Jakarta. Kado itu berupa beroperasinya rute baru dari layanan transportasi massal kereta ringan atau light rail transit (LRT) Jakarta, yakni rute Velodrome-Manggarai (fase 1B).
Gubernur Jakarta Pramono Anung saat meninjau Stasiun LRT Manggarai yang dalam tahap penyelesaian memastikan layanan LRT itu akan mulai beroperasi pada 26 Agustus 2026. Pembangunan LRT Jakarta Velodrome-Manggarai mencapai 97,99 persen. Lintasan layang ini akan menghubungkan area utara-timur ke pusat Kota Jakarta atau Kelapa Gading-Manggarai dalam waktu tempuh 28 menit.
”LRT Jakarta yang panjangnya 12,2 kilometer, investasinya Rp 12,1 triliun, berhenti di 11 stasiun dan semuanya sudah jadi. Tadi kami melakukan pengecekan. Semuanya sudah siap untuk dioperasikan,” ujar Pramono seusai meninjau Stasiun LRT Jakarta Manggarai, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
LRT Jakarta fase Velodrome-Manggarai mulai dibangun pada 30 Oktober 2023. Jalur LRT sepanjang 6,4 kilometer, terdiri dari Stasiun Rawamangun, Stasiun Pramuka, Stasiun Matraman, Stasiun Proklamasi, dan Stasiun Manggarai. Adapun alokasi anggaran pembangunan mencapai Rp 5,5 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Jakarta.
Berangkat dari kegagalan proyek monorel, Gubernur DKI Jakarta (2014-2017) Basuki Tjahaja Purnama memulai gagasan pembangunan LRT. Hal itu ditandai dengan peletakan tiang pancang LRT bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-489 DKI Jakarta pada 22 Juni 2016.
Pembangunan sistem LRT Jakarta fase pertama rute Pegangsaan Dua-Velodrome sepanjang 5,8 kilometer ini menjadi prioritas untuk mendukung pesta olahraga Asian Games 2018.
Untuk percepatan proyek pembangunan LRT fase 1, sebanyak 1.924 pekerja terlibat dalam proyek infrastruktur tersebut. Tiang beton proyek LRT Jakarta dirancang tahan gempa hingga magnitudo 8,7 sesuai dengan Standar Nasional Indonesia.
Kontraktor menyelesaikan pembangunan jalur layang untuk proyek kereta ringan (LRT) Koridor 1 Kelapa Gading-Velodrome Rawamangun, Jakarta, Jumat (24/2). LRT koridor ini dijadwalkan beroperasi pada Agustus 2018. (KOMPAS/RADITYA HELABUMI)
Pekerja menyelesaikan pembangunan depo utama LRT Koridor Kelapa Gading-Velodrome di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (25/1/2018). (KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO)
Proyek pembangunan kereta ringan (LRT) Kelapa Gading-Rawamangun terus dikerjakan di Jakarta, Selasa (10/4/2018). (KOMPAS/AGUS SUSANTO)
Pembangunan depo LRT Koridor I Kelapa Gading-Rawamangun di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (18/5/2017). Proyek LRT diperkirakan rampung sesuai jadwal saat penyelenggaraan Asian Games 2018. (KOMPAS/RIZA FATHONI)
Pengerjaan pembangunan infrastrukur LRT ini bukan tanpa cela. Dari catatan Kompas (23 Januari 2018), sebanyak 15 gelagar kotak (box girder) untuk proyek kereta cepat ringan milik PT Jakarta Propertindo (Jakpro) di kawasan Kayu Putih, Rawamangun, Jakarta Timur, roboh, Senin (22/1/2018), pukul 00.20 WIB. Akibatnya, lima pekerja terluka ringan.
Sebelumnya, kecelakaan juga terjadi saat portal gantry crane di Jalan Kelapa Nias Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, roboh pada 17 Oktober 2017. Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, kontraktor utama proyek prasarana LRT saat itu, Puspita Anggraeni menyatakan, alat tersebut bergeser saat uji angkat beban. Crane menimpa rumah toko.
Meskipun tak ada korban jiwa, tetap saja kecelakaan kerja itu mendapat perhatian serius dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang ikut menginvestigasi penyebab ambruknya gelagar kotak prasarana LRT.
LRT Jakarta menggunakan kereta produksi Hyundai Rotem yang menang dalam tender pengadaan rolling stock (lokomotif dan kereta). Hyundai Rotem dari Korea Selatan ini diklaim unggul dengan sistem articulated bogie. Sistem tersebut memungkinkan kereta melaju dengan aman dan luwes mengikuti kontur jalur lintasan pada tikungan tajam.
Dua tahun kemudian, tepatnya Agustus 2018, LRT Jakarta memulai pengoperasian untuk uji terbatas. Kereta dioperasikan dengan kecepatan rata-rata 50 kilometer per jam dan dapat mencapai kecepatan maksimal hingga 90 kilometer per jam.
Lalu, fase 1A Pegangsaan Dua-Velodrome beroperasi secara komersial pada Desember 2019. Rute yang dilalui LRT ini terdiri atas enam stasiun, yakni Pegangsaan Dua, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome.
Jam operasional LRT dimulai pukul 05.30 WIB sampai pukul 23.00 WIB dengan tarif Rp 5.000 untuk sekali perjalanan dengan waktu tunggu mencapai 10 menit. Operasionalisasi LRT fase 1 dilayani oleh delapan rangkaian kereta. Sebanyak enam rangkaian beroperasi setiap hari dan dua rangkaian sebagai cadangan.
Proyek pembangunan kereta ringan (LRT) Kelapa Gading-Rawamangun terus dikerjakan, Kamis, 12 Juli 2018, di Jakarta Utara. PT Jakarta Propertindo berupaya LRT fase 1 sepanjang 5,6 kilometer tersebut beroperasi sesuai target. (KOMPAS/AGUS SUSANTO)
Uji coba kereta ringan atau light rapid transit (LRT) rute Velodrome hingga Kelapa Gading, Jakarta, Kamis, 13 September 2018. (KOMPAS/HERU SRI KUMORO)
Kereta ringan atau lintas rel terpadu (LRT) saat uji publik dari Stasiun Boulevard Utara, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa, 11 Juni 2019. Uji publik secara gratis ini dilakukan di lima stasiun. (KOMPAS/PRIYOMBODO)
Kereta ringan (LRT) rute Kelapa Gading-Velodrome terparkir di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018. Pemprov DKI Jakarta menargetkan tarif LRT rute Kelapa Gading-Velodrome bisa ditetapkan tahun ini. (KOMPAS/AGUS SUSANTO)
Jakarta dan sekitarnya memiliki dua LRT, yaitu LRT Jakarta dan LRT Jabodebek. Keduanya serupa, tetapi memiliki karakter yang berbeda. LRT Jakarta sebagaimana rute Pegangsaan Dua-Velodrome dimiliki Pemprov DKI Jakarta. Pengelolaan dijalankan PT LRT Jakarta, anak usaha PT Jakarta Propertindo (Perseroda). Rutenya pun hanya di dalam wilayah DKI Jakarta.
Sementara itu, LRT Jabodebek berada di bawah naungan pemerintah pusat dengan pengoperasian dijalankan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi LRT Jabodebek. Moda ini beroperasi menghubungkan Jakarta dengan Depok, Bogor, dan Bekasi.
Dengan beroperasinya LRT Jakarta fase 2 Velodrome-Manggarai, jumlah pengguna diproyeksikan akan naik secara bertahap, yaitu 60.000-80.000 penumpang per hari. Pengembangan menuju Manggarai diharapkan dapat memperkuat konektivitas LRT Jakarta dengan transportasi publik lainnya mengingat Stasiun Manggarai menjadi salah satu simpul integrasi transportasi umum seperti KRL, kereta bandara, dan Transjakarta.
Ke depan, LRT dari Manggarai akan diperpanjang hingga Dukuh Atas. Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, penyelesaian trase Manggarai-Dukuh Atas akan dimulai tahun 2027. Alokasi anggarannya sudah tersedia dengan target selesai pada Agustus 2028. Sesudah itu dilanjutkan jalur Kelapa Gading-Jakarta International Stadium (JIS) dan Velodrome-Halim. Kalau semua terkoneksi, pengguna transportasi umum di Jakarta diyakini akan meningkat secara signifikan.






Komentar (0)