EtIndonesia.com Pada 17 Agustus, sebuah kendaraan SUV kecil menabrak kerumunan orang di sekitar pasar tradisional di Kota Sanjiang, Kabupaten Jinping, Prefektur Qiandongnan, Provinsi Guizhou, sehingga sejumlah pejalan kaki terluka.
Menurut keterangan polisi Kabupaten Jinping, insiden terjadi sekitar pukul 08.50 pada 17 Agustus. Seorang pria berusia 48 tahun, bermarga Zhou, sedang mengemudikan sebuah SUV. Ketika kendaraan melaju di dekat pintu keluar sebuah tempat parkir bawah tanah, kendaraan tersebut kehilangan kendali dan menabrak sejumlah pejalan kaki.
Berdasarkan penyelidikan awal, kendaraan memang kehilangan kendali. Polisi telah memastikan bahwa pengemudi tidak mengemudi dalam keadaan mabuk dan tidak berada di bawah pengaruh narkoba. Hasil pemeriksaan alkohol dan narkoba keduanya negatif.
Setelah kejadian, para korban yang terluka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sejauh ini tidak ada korban yang berada dalam kondisi mengancam jiwa.
Pada hari yang sama, seorang pengguna internet mengunggah informasi bahwa sekitar pukul 08.00 pagi, di bawah Jembatan Qingjiang dekat pasar tradisional Kabupaten Jinping, seorang pria yang mengemudikan mobil pribadi berwarna putih menabrak sejumlah warga. Beberapa orang terlihat tergeletak di lokasi kejadian.
Saat kejadian berlangsung, kawasan tersebut sedang ramai karena bertepatan dengan hari pasar, sehingga jumlah orang yang berada di lokasi cukup banyak.
Video yang beredar di internet memperlihatkan sebuah SUV putih menabrak sejumlah pejalan kaki hingga terjatuh.
Seorang staf kantor Kota Sanjiang, Kabupaten Jinping, mengatakan bahwa departemen terkait telah datang ke lokasi untuk menangani kejadian tersebut. Ia membenarkan bahwa memang ada warga yang terluka, tetapi tidak bersedia memberikan rincian lebih lanjut.
Sejumlah warga setempat juga mengungkapkan dugaan bahwa pria tersebut mungkin sengaja menabrakkan kendaraan ke kerumunan sebagai bentuk aksi balas dendam terhadap masyarakat. Namun, dugaan tersebut belum dikonfirmasi secara resmi.
Serangkaian Insiden SerupaDalam beberapa tahun terakhir, berbagai wilayah di Tiongkok memang berulang kali mengalami insiden kendaraan yang menabrak kerumunan warga, yang oleh sejumlah pihak dikaitkan dengan aksi “balas dendam terhadap masyarakat”.
Pada Juni lalu, di ruas jalan dekat RT-Mart di Suizhou, Provinsi Hubei, beredar informasi bahwa sebuah mobil sengaja menabrak pejalan kaki, kemudian menabrak tiang listrik dan berbagai fasilitas. Diperkirakan 20–30 orang menjadi korban tewas atau terluka, meskipun data resmi mengenai jumlah korban belum diumumkan secara jelas.
Pada bulan yang sama, kecelakaan beruntun serius juga terjadi di berbagai lokasi, termasuk Luohe, Provinsi Henan. Media luar negeri melaporkannya sebagai aksi ekstrem yang diduga berkaitan dengan “balas dendam terhadap masyarakat”.
Pada 1 Mei, di kawasan Gaoxin, Chengdu, Provinsi Sichuan, sebuah sedan tiba-tiba mempercepat laju dan menabrak pejalan kaki yang sedang menyeberang di kawasan ramai. Kendaraan tersebut kemudian terus menabrak sepeda motor dan kendaraan lainnya. Insiden itu menyebabkan 1 orang tewas dan 11 orang terluka.
Seorang pria bermarga Li, berusia 31 tahun, ditangkap di lokasi. Ketika keluar dari kendaraan, ia masih membawa pisau tajam.
Pada 29 Maret, di pasar tradisional Da-Hanji, Distrik Fangshan, Beijing, seorang pria berusia sekitar 50 tahun mengemudikan ekskavator berat dan menerobos ke tengah pasar. Ia dilaporkan berulang kali menabrak pedagang dan warga.
Informasi yang beredar di internet menyebut puluhan orang tewas atau terluka, meskipun jumlah korban belum dipastikan secara resmi. Polisi dilaporkan menemukan sejumlah besar dokumen pengaduan di dalam kendaraannya. Pria tersebut diduga melakukan aksi balas dendam setelah pengaduannya selama bertahun-tahun tidak mendapat penyelesaian, kemungkinan berkaitan dengan sengketa pembongkaran atau penggusuran paksa.
Sumber : NTDTV.com






Komentar (0)