Menyoal Etika Mereka yang Pasang Badan Biar Parkiran Tak Diserobot Orang

liputan6.com
7 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Memilih mengalah bukan berarti kalah. Ungkapan tersebut mungkin cocok menggambarkan sebagian pengendara yang memilih tidak memperpanjang persoalan ketika menemukan orang yang melakukan tag atau mengklaim tempat parkir meski kendaraannya belum terlihat.

Sebagian orang memilih mengalah bukan karena takut, melainkan enggan menghabiskan energi untuk berdebat. Mereka akhirnya mencari tempat parkir lain demi menghindari keributan.

Advertisement

BACA JUGA: JIS Tak Lagi Khawatir Kekurangan Parkir Saat Acara

Hal itulah yang terjadi pada Kia. Warga Cibubur, Jakarta Timur ini pernah beberapa kali mengalami kejadian kurang mengenakkan saat hendak parkir mobil.

Kia pernah mengira sebuah tempat parkir kosong. Namun, ketika mobilnya hendak masuk, ternyata sudah ada seseorang yang berdiri di lokasi tersebut untuk mengklaim tempat parkir.

Saat itu, Kia menyetir sendiri bersama seorang temannya. Karena malas ribut, dia akhirnya memilih mencari tempat parkir lain.

"Pernah waktu itu di Kelapa Gading. Kirain kosong, pas mau parkir, taunya ada bapak-bapak tua gitu lagi berdiri," cerita Kia kepada Liputan6.com, Rabu (19/8/2026).

Menurut Kia, dia juga tak tega dengan si bapak mau berdiri dan menunggu mobilnya yang entah dikendarai siapa untuk parkir. Dia dan temannya juga sudah melihat-lihat apakah ada petugas parkir atau satpam, tapi nihil.

"Kasihan aja sih, kan bapaknya juga sudah tua, terus mau effort berdiri, jadi ya nothing to lose aja cari parkiran lain," ucap Kia.

Pengalaman serupa juga dialami Kia ketika mengunjungi sebuah mal di kawasan Jakarta Selatan.

"Pernah juga kok pas ke mall, kirain kosong, eh pas mau parkir, ada ibu-ibu. Kan mal itu cukup besar ya, kaget aja kok sebegitunya buat parkir. Ya sudah kita cari parkir lain," sambung Kia.

Kia mengatakan, pergi ke mal seharusnya menjadi kesempatan untuk bersantai sehingga tidak perlu terburu-buru mencari tempat parkir. Menurut dia, jika satu tempat penuh, masih ada lokasi lain yang bisa dicari.

Dia juga pernah mengalami kejadian serupa di sebuah apartemen yang terhubung dengan mal di kawasan Jakarta Timur. Kia yang pernah tinggal di apartemen tersebut mengaku beberapa kali bertemu dengan orang yang melakukan tag parkir.

"Malah di apartemen yang nempel mal tuh sering. Karena mungkin ngerasa penghuninya, dia bilang 'ini tempat parkir saya'. Karena males ribut, ya sudah akhirnya cari tempat parkir lain," cerita Kia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Beredar Informasi Sembilan Perempuan Diduga Disandera di Jila Papua Tengah, Polisi Selidiki
• 4 jam lalu
0
thumb
Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu-Sabu Cair dari Kapal Berbendera Tanzania
• 16 jam lalu
0
thumb
Pendapatan HRTA Tumbuh 124% Semester I 2026, Laba Naik 101% Apa Penopangnya?
• 1 jam lalu
0
thumb
Kolaborasi Sukarelawan Muda Korsel & Indonesia Revitalisasi Lingkungan Sekolah
• 13 jam lalu
0
thumb
Bayi Gajah Sumatra Lahir di Hari Kemerdekaan, Kabar Baik di Tengah Duka
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.