Menkeu Purbaya Sudah Menghitung Anggaran Gaji Guru PPPK jadi ASN Pusat, Kuat!

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sudah menghitung kebutuhan anggaran jika Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang berprofesi sebagai guru dialihkan menjadi pegawai pusat.

Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status kepegawaian guru PPPK tersebut tidak mengganggu keberlanjutan fiskal.

BACA JUGA: Apakah Guru PPPK jadi PNS 2027 melalui Seleksi? Berikut Penjelasannya

Dia mengatakan kemenkeu sudah menyiapkan anggaran untuk kebijakan tersebut.

"Jadi, kita (kemenkeu) sudah hitung semua dan ini bisa dilakukan tanpa membahayakan sustainabilitas dari fiskal," kata Purbaya dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/8).

BACA JUGA: Mensesneg: Guru PPPK Paruh Waktu jadi P3K Penuh, Berstatus ASN Pusat

Dia juga menjamin dengan adanya kebijakan ini, target defisit dalam RAPBN 2027 bakal tetap dijaga 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau senilai Rp671,2 triliun.

"Berdasarkan hasil rapat tadi, kami juga sudah melakukan simulasi untuk anggaran tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Jadi, langkah-langkah ini diambil tanpa membahayakan kondisi fiskal kita (pemerintah) tahun 2027 yang akan tetap dijaga di 2,4 persen defisitnya," jelas dia.

BACA JUGA: Status Kepegawaian Guru PPPK Dialihkan ke Pemerintah Pusat, Kondisi Fiskal Tetap Aman

Adapun Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, kebijakan pengalihan status PPPK itu merupakan kesepakatan dalam rapat antara jajaran pemerintah dengan DPR RI.

"Kami menyepakati bersama-sama bahwa status kepegawaian akan dipindahkan menjadi pegawai pusat atau pegawai pemerintah pusat," kata Prasetyo.

Dalam hal itu, dia mengatakan bahwa guru-guru yang berstatus sebagai PPPK paruh waktu akan diangkat menjadi PPPK penuh waktu.

Kemudian para guru yang kini berstatus sebagai PPPK penuh waktu, memiliki kesempatan untuk mengikuti seleksi untuk menjadi PNS pada 2027.

Menurut dia, pemerintah pun terus melakukan sinkronisasi data terkait kepegawaian guru dengan berbagai status tersebut.

Dia mengatakan bahwa penyelesaian masalah kepegawaian guru itu tidak bisa berdiri sendiri, karena berbagai aspek harus dihitung.

Selain ke DPR RI, menurut dia, pemerintah pusat juga kerap menerima aspirasi dari kalangan asosiasi guru.

"Kami berkomitmen untuk terus berupaya mencari jalan keluar secepat-cepatnya," kata dia.

Saat konferensi pers pimpinan DPR RI bersama jajaran pemerintah di kompleks parlemen, Jakarta, tersebut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyebutkan saat ini jumlah guru yang berstatus PPPK sebanyak 995.245 orang.

Adapun jumlah guru PPPK paruh waktu sebanyak 231.246 orang.

Menteri Rini menjelaskan, saat ini ada proyeksi kebutuhan pemenuhan guru nasional sebanyak 526.689 formasi, untuk guru di sekolah berbagai tingkatan, madrasah, Sekolah Rakyat, hingga Sekolah Garuda.

Dia menjelaskan para guru yang berstatus PPPK paruh waktu akan mempunyai kesempatan diangkat menjadi berstatus PPPK penuh waktu.

Kemudian guru yang berstatus PPPK penuh waktu akan diberi kesempatan ikut seleksi PNS di awal 2027.

"Nanti kita (pemerintah) buka untuk kebutuhan proyeksi guru nasional tahun 2026, termasuk di dalamnya untuk kebutuhan Sekolah Rakyat dan Sekolah Terintegrasi dan juga Sekolah Garuda," kata Rini. (antara/sam/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rumah Rasa Cafe, Ini 4 Resep Minuman Kekinian yang Bisa Dibuat Sendiri
• 17 jam lalu
0
thumb
BMKG Buka 130 Formasi Penerimaan Taruna Baru STMKG 2026, Cek Jadwal dan Persyaratannya
• 13 jam lalu
0
thumb
Ternyata Ini Alasan Irish Bella & Haldy Sabri Jalani Program Bayi Tabung di Malaysia
• 15 jam lalu
0
thumb
Menimbang Motor Listrik Nasional: Transisi Energi, Kemacetan, dan Keselamatan
• 21 jam lalu
0
thumb
Rupiah Menguat 29 Poin dan Dibuka di Level Rp17.798 per Dolar AS
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.