Pesawat Angkata Udara Belgia melakukan pemadaman api yang membakar hutan di wilayah High Fens, Belgia, Senin (17/8/2026). (Polisi Federal Belgia/Handout via REUTERS)
2/7Api yang pertama kali muncul pada Jumat (14/8) di kawasan High Fens, sebuah kawasan lindung yang dipenuhi lahan gambut berawa, hutan pinus, dan jalur pendakian di Belgia, kini telah melahap sekitar 3.000 hektar lahan. Penyebab kebakaran masih belum diketahui. (Polisi Federal Belgia/Handout via REUTERS)
Operasi di lapangan sangat terhambat oleh medan kawasan High Fens yang berat, dengan kombinasi semak belukar, rawa gambut, dan jalur kayu yang ditinggikan. (REUTERS/Yves Herman)
4/7Operasi udara pun menjadi andalan utama. Dua pesawat pengebom air dari Swedia dan dua helikopter militer Chinook dari Belanda memperkuat dua helikopter Belgia yang sudah ada di lokasi. (Polisi Federal Belgia/Handout via REUTERS)
Sekitar 600 warga di beberapa bagian Waimes, Sourbrodt, dan Buetgenbach sebelumnya diperintahkan mengungsi karena angin yang berubah arah dan asap tebal menimbulkan kekhawatiran api bisa mencapai pemukiman. (REUTERS/Yves Herman)
6/7Dua desa di Belgia masih dievakuasi akibat bahaya asap tebal yang menyelimuti kawasan perbatasan dan terdeteksi hingga ke Prancis timur, di mana otoritas setempat mengeluarkan peringatan polusi udara. (Polisi Federal Belgia/Handout via REUTERS)
7/7Kebakaran di Belgia bukan satu-satunya yang tengah melanda Eropa. Prancis, Yunani, Portugal, dan Spanyol juga berjuang memadamkan kebakaran besar sepanjang akhir pekan. Benua ini telah tersapu gelombang kebakaran dahsyat selama berminggu-minggu, dipicu oleh kondisi kering dan musim panas. (REUTERS/Yves Herman)





Komentar (0)