Lima Desa di Palue NTT Terisolasi Akibat Longsor Pascagempa

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak lima desa di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terisolasi total pascagempa bumi yang mengguncang kawasan Laut Flores. Akses transportasi menuju wilayah tersebut lumpuh akibat material longsor yang menimbun badan jalan utama.

Dikutip dari tayangan Primetime News Metro TV, Selasa, 18 Agustus 2026, kendaraan roda dua maupun roda empat dilaporkan tidak dapat melintas. Kondisi ini menghambat distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak. Petugas terpaksa menurunkan bantuan di titik longsor dan melanjutkannya secara manual karena jalur yang tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan.

Selain terputusnya akses infrastruktur jalan, jaringan telekomunikasi di Kecamatan Palue juga padam total. Hal ini menyebabkan komunikasi warga dengan pihak luar terputus, sehingga menyulitkan koordinasi penanganan bencana.

Situasi di lokasi sempat diwarnai kepanikan saat gempa susulan berkekuatan kecil kembali terjadi pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WITA. Warga yang sedang mendirikan tenda darurat berhamburan menyelamatkan diri untuk menghindari risiko runtuhan.
 

Baca Juga :

35 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Maumere



Warga di lima desa tersebut sangat mengharapkan langkah cepat dari pemerintah daerah untuk segera membersihkan material longsor dan memulihkan akses komunikasi guna mempercepat penyaluran bantuan kebutuhan dasar.

Pada 15 Agustus 2026, gempa bumi berkekuatan awal bermagnitudo 7,0 dengan parameter pemutakhiran menjadi bermagnitudo 7,7 terjadi pada pukul 05.58 WITA . Episenter gempa berada pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur. Pusat gempa bumi tektonik itu terjadi di wilayah laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, BMKG sempat menerbitkan peringatan dini tsunami sesaat usai terjadi gempa tektonik tersebut. Peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 08.30 Wita setelah hasil observasi menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut secara signifikan.

Hasil observasi tinggi muka laut mencatat kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah. Ketinggian tertinggi yang tercatat dalam laporan BMKG mencapai 0,94 meter di Maurole, Ende, pada pukul 06.27 Wita. Kenaikan muka air laut juga tercatat di Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter, Flores Timur 0,25 meter, Labuan Bajo 0,36 meter, Dompu 0,17 meter, Bakalang-Alor 0,14 meter, serta sejumlah wilayah lainnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga Komoditas: Batu Bara, CPO, dan Nikel Naik, Timah Turun
• 22 jam lalu
0
thumb
Demo Hari Ini 18 Agustus 2026, 9.242 Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakarta
• 19 jam lalu
0
thumb
HUT ke-81,Kemenhut Sebar 17.845 Bibit Gratis dari Sabang hingga Merauke
• 19 jam lalu
0
thumb
Berisiko bagi Keamanan Nasional, Menlu Australia Hentikan Proyek Kerja Sama Dua Universitas dengan Tiongkok
• 16 jam lalu
0
thumb
Meriah, TK Hj Sitti Aminah Binamu Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba Siswa dan Orang Tua
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.