SERASAN, KOMPAS.com - Keberadaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, membawa dampak positif untuk nelayan setempat.
Kemudahan akses pengurusan dokumen menjadi faktor yang memperlancar aktivitas ekspor hasil laut ke luar negeri.
Leo Agustian (36), seorang nelayan mengungkapkan bahwa keberadaan PLBN sangat membantu proses administrasi ekspor.
Jika sebelumnya nelayan harus menempuh jarak jauh untuk mengurus dokumen, kini segala keperluan administrasi dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan dekat.
"Alhamdulillah, adanya PLBN sangat mempermudah. Terutama untuk urusan surat-menyurat dan pembuatan paspor, sekarang sudah enak, tidak jauh lagi," ujar Leo kepada Kompas.com, Senin (17/8/2026)
Baca juga: Berduyun-duyun Warga Serasan di Pulau Terdepan Menyambut HUT RI Ke-81
Menurut Leo, alur ekspor-impor saat ini sudah berjalan dengan sangat baik.
Para pemilik kapal (pompong) kini bisa mengurus kelengkapan dokumen dengan lebih terstruktur. Proses di lapangan pun menjadi lebih efisien.
"Yang penting kita bongkar muat ikan, sesudah itu bisa langsung balik. Prosesnya cepat dan tidak susah karena surat-suratnya sudah lengkap semua," tambahnya.
Baca juga: Semangat Guru PPPK Mengajar dari Pulau ke Pulau di Natuna 1 Dekade
Kata Kepala PLBN SerasanSenada dengan ucapan nelayan, Kepala PLBN Serasan Wendriadi menegaskan bahwa kehadiran PLBN bertujuan untuk menertibkan sekaligus menghidupkan ekonomi perbatasan.
Sebelum adanya PLBN, aktivitas lintas batas seringkali dilakukan secara terbatas dan tidak resmi.
"Dulu mungkin hanya ada tiga pompong yang beroperasi di wilayah perbatasan secara ilegal. Tapi sekarang, kita buka secara legal tanpa batas," tegas Wendriadi.
Baca juga: Pulau Kepala di Natuna yang Memaksa Pengunjungnya Berenang
Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak membatasi jumlah kapal yang ingin melintas, selama memenuhi persyaratan dokumen yang lengkap.
Kebijakan ini merupakan bentuk kekhususan bagi masyarakat Serasan agar dapat meningkatkan taraf ekonomi mereka melalui perdagangan hasil laut.
"PLBN ini akan dijadikan sebagai access entry point bagi kapal-kapal berbendera asing. Tidak menutup kemungkinan PLBN Serasan akan menjadi pusat ekspor-impor utama untuk wilayah Natuna bagian selatan dan Indonesia bagian utara secara keseluruhan," pungkas Wendriadi.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT






Komentar (0)