BRIN dan WIKA Perkuat Kolaborasi Riset, Bidik Teknologi Konstruksi Ramah Lingkungan hingga SMR Nuklir

pantau.com
57 menit lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memperkuat kolaborasi riset dan inovasi di bidang konstruksi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman di Kantor Pusat BRIN, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.

Nota Kesepahaman bertema “Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi pada Industri Konstruksi dalam Mendukung Transformasi Pembangunan Berkelanjutan” tersebut menjadi langkah untuk mempertemukan kekuatan riset BRIN dengan pengalaman, kompetensi, dan kebutuhan WIKA Group di industri konstruksi.

Kolaborasi diarahkan untuk menghasilkan teknologi konstruksi yang inovatif, aplikatif, efisien, berdaya saing, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.

Kerja sama tersebut juga ditujukan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan alternatif teknologi yang lebih ramah lingkungan guna mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam industri konstruksi.

WIKA Dorong Riset Berujung pada Hilirisasi Teknologi

Direktur Utama WIKA I Ketut Pasek Senjaya mengatakan kolaborasi dengan BRIN menjadi langkah penting bagi WIKA Group dalam memperkuat kapasitas riset dan inovasi sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan industri konstruksi.

“Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya WIKA Group untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi dengan mempertemukan kemampuan BRIN di bidang penelitian dengan pengalaman serta kebutuhan industri yang dimiliki WIKA Group. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada riset, tetapi dapat menghasilkan teknologi yang aplikatif dan dapat dihilirisasi, termasuk alternatif teknologi yang lebih ramah lingkungan untuk mendukung penerapan ESG dan pembangunan berkelanjutan,” ungkap Pasek Senjaya.

Melalui Nota Kesepahaman tersebut, BRIN dan WIKA akan membangun kolaborasi mulai dari penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, hingga invensi dan inovasi di bidang teknologi konstruksi.

Pelaksanaan kerja sama juga melibatkan sinergi di lingkungan WIKA Group dengan mempertimbangkan kompetensi dan kebutuhan masing-masing entitas.

Riset Mencakup Rumah Pracetak hingga SMR Nuklir

Ruang lingkup kolaborasi BRIN dan WIKA mencakup pengembangan teknologi rumah beton pracetak serta teknologi beton dan sistem konstruksi untuk sektor perkeretaapian.

Kedua pihak juga akan mengembangkan teknologi beton yang dapat digunakan dalam konstruksi tanggul laut.

Pengembangan teknologi konstruksi Small Modular Reactor (SMR) nuklir turut masuk dalam ruang lingkup kerja sama BRIN dan WIKA.

Selain itu, pengembangan teknologi beton yang lebih ramah lingkungan menjadi bagian penting dari kolaborasi untuk mencari alternatif material, metode, dan teknologi konstruksi yang lebih efisien dalam penggunaan sumber daya.

Teknologi yang dikembangkan diarahkan memiliki dampak lingkungan lebih rendah dibandingkan teknologi atau metode konstruksi yang digunakan sebelumnya sekaligus memperkuat penerapan aspek ESG dalam kegiatan usaha WIKA Group.

Ruang lingkup tersebut diharapkan menjadi landasan bagi lahirnya teknologi konstruksi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan saat ini sekaligus menghadapi tantangan pembangunan pada masa mendatang.

BRIN dan WIKA Perkuat SDM dan Pemanfaatan Fasilitas

Melalui sinergi BRIN dan WIKA Group, hasil penelitian diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi solusi aplikatif dan memberikan nilai tambah bagi industri konstruksi.

Hilirisasi hasil riset dan inovasi tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Selain pengembangan teknologi, kerja sama mencakup pemanfaatan sarana dan prasarana yang dimiliki BRIN dan WIKA untuk menunjang kegiatan riset.

Kedua pihak juga akan mendayagunakan personel dan tenaga ahli serta melakukan pertukaran data dan informasi yang relevan dalam pelaksanaan kerja sama.

BRIN dan WIKA turut mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bagian dari penguatan ekosistem riset dan inovasi di industri konstruksi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Karhutla 2026 Capai 202 Ribu Hektare, Menhut Soroti El Nino Datang Lebih Cepat
• 4 jam lalu
0
thumb
Penampakan Puluhan Bangkai Bus Terbakar di Pangkalan PO Cikarang Bekasi, Total Hampir 50 Unit
• 14 jam lalu
0
thumb
Bulan Istimewa! Simak 4 Amalan Sunah di Rabiulawal
• 21 jam lalu
0
thumb
Tak Harus Beli Flagship, Ini Alasan HP AMOLED 120Hz Kelas Menengah Makin Menarik
• 22 jam lalu
0
thumb
Bursa Asia Melemah, Ketegangan AS-Iran Tekan Sentimen
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.