Kala Pasar Berfluktuasi, ke Mana Sebaiknya Investor Taruh Dana Aman?

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Di tengah pergerakan pasar yang masih fluktuatif, investor perlu mempertimbangkan kembali strategi penempatan dana. Hal itu bertujuan untuk menjaga nilai aset sekaligus mengelola risiko. 

Direktur Pasar Modal Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tomi Taufan, menilai investor perlu mengutamakan strategi untuk menjaga aset agar tidak tergerus di tengah kondisi pasar saat ini. Menurutnya, salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah menempatkan dana pada instrumen pasar uang atau money market untuk sementara waktu.

“Tapi sekarang ya mestinya lebih banyak ingetin ke nasabah. Kalau saatnya masuk ya masuk, saatnya enggak masuk ya jangan. Jangan dipaksakan (masuk ke sebuah investasi),” kata Tomi seusai Media Day–August 2026: Turning Market Momentum Into Long-Term Wealth di Jakarta, Selasa (18/8). 

Di samping itu, Mirae Asset Sekuritas Indonesia juga mengembangkan segmen wealth management untuk membantu investor menentukan strategi di tengah volatilitas pasar. Tomi mengatakan, layanan tersebut juga akan mendorong investor untuk mulai melakukan diversifikasi ke berbagai produk investasi sesuai dengan profil risiko masing-masing.

“Jangan konsentrasi ke sesuatu produk tertentu, jadi more ke portfolio building,” ucap Tomi.

Ia menjelaskan, secara umum investor dapat mempertimbangkan instrumen saham maupun reksa dana atau mutual fund. Ia pun mengakui investasi di saham sebetulnya aman, tetapi investor perlu hati-hati untuk memilih. Dia menyarankan investor agar jangan terlalu agresif tanpa mengerti fundamentalnya. 

Sementara itu, untuk reksa dana, tingkat keamanan investasi bergantung pada jenis produk yang dipilih, mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, hingga saham. Di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi, ia menilai reksa dana pasar uang dapat menjadi pilihan yang lebih aman bagi investor untuk sementara waktu.

“Ya most likely mendingan money market dulu aja, Jadi aman enggaknya sesuaikan tergantung situasi dan kondisi sih menurut aku. Itu aja. Tapi kalau masih traditional brokerage,” ujarnya.

Tomi menuturkan, pengelolaan aset saat ini tidak cukup hanya dengan menawarkan berbagai produk investasi. Menurutnya, penyedia layanan juga perlu paham kebutuhan, karakter, dan preferensi investasi masing-masing nasabah.

Apalagi ia melihat pertumbuhan kelompok masyarakat kelas menengah dan mass affluent juga membuka peluang pasar yang lebih besar. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mengelola keuangan, berinvestasi, serta mengembangkan aset secara lebih terencana.

Melalui pendekatan itu, nasabah diharapkan dapat memperoleh strategi pengelolaan kekayaan yang lebih komprehensif dan sesuai dengan tujuan finansialnya. Pengembangan layanan wealth management juga menjadi upaya Mirae Asset untuk membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah sekaligus menyediakan solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Wealth management tidak lagi hanya berbicara mengenai produk apa yang tersedia, tetapi dimulai dari memahami kebutuhan nasabah, kemudian menghadirkan solusi yang sesuai, kami mendorong perubahan dari pendekatan product-centric menjadi client-centric,” katanya.

Lebih jauh, ia menyebut pengembangan wealth management Mirae Asset Sekuritas ke depan bakal menyasar berbagai kalangan. Adapun untuk retail mass akan dilayani melalui sistem digital, sedangkan mass affluent bakal diarahkan ke relationship manager (RM) terkait.

Tomi mengatakan, Mirae Asset juga tengah memfokuskan pengembangan teknologi sebagai bagian dari strategi perusahaan. Perusahaan menyiapkan investasi sekitar Rp 100 miliar dalam tiga tahun ke depan untuk memperkuat kapabilitas teknologi.

Kendati demikian, dia belum memerinci lebih jauh bentuk pengembangan teknologi yang akan dilakukan. Ia menyebut pengembangan itu akan mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan penguatan peran RM untuk memberikan rekomendasi investasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan nasabah.

”Kami memang sedang transformasi dari bisnis broker tradisional ke bisnis wealth management supaya bisa memberikan layanan yang terbaik ke masyarakat dan kontribusi yang lebih baik kepada industri,” ucapnya.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia tergabung ke dalam salah satu kelompok usaha jasa keuangan non-bank global yaitu Mirae Asset Financial Group yang memiliki dana kelolaan sekitar US$ 803 miliar (setara Rp 13.537 triliun) pada akhir 2025.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Marcos Sugiyama Panggil 4 Pemain U-18, Ini Daftar Lengkap Skuad Timnas Voli Putri Indonesia di AVC Women's Continental 2026
• 5 jam lalu
0
thumb
Breaking News! Jay Herdman, Anak Pelatih Timnas Indonesia Gabung Bali United
• 16 jam lalu
0
thumb
Kemerdekaan Dimulai dari Ruang Kelas
• 13 jam lalu
0
thumb
Pertamina NRE optimalkan PLTS Pulau Sembur kembangkan KDMP
• 18 jam lalu
0
thumb
Analisis BMKG, Pemicu Gempa Magnitudo 6,1 di Nias Selatan
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.