Badai Tropis “Lala” Menerjang Hawaii, 130.000 Rumah Kehilangan Listrik, 1 Orang Tewas

erabaru.net
13 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com  Badai Tropis Lala melintasi Hawaii dan menyebabkan sedikitnya satu orang tewas serta hampir 130.000 rumah kehilangan aliran listrik. Sementara itu, Pulau Besar Hawaii (Big Island) dilanda banjir dan longsor parah. Sejumlah ruas jalan rusak diterjang banjir, bahkan beberapa rumah dilaporkan terseret arus.

Dampak Hurikan Lala menyebabkan sedikitnya satu orang tewas di wilayah selatan Big Island. Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa dua rumah terseret banjir bandang. Badan pertahanan sipil, Garda Nasional, dan Penjaga Pantai telah melakukan operasi pencarian dan penyelamatan bersama.

Hampir 130.000 rumah di seluruh negara bagian Hawaii mengalami pemadaman listrik. Di Big Island, sekitar 70% wilayah kehilangan listrik. Sedikitnya tiga rumah sakit harus mengandalkan generator cadangan untuk mempertahankan operasional.

Perusahaan listrik mengatakan bahwa angin kencang, hujan deras, jalan yang tergenang banjir, serta pohon tumbang membuat proses perbaikan jaringan listrik menjadi lebih sulit.

Hujan deras memicu banjir dan longsor, sementara pohon-pohon patah dan kabel listrik roboh. Sejumlah ruas jalan ditutup dan setidaknya 19 bangunan kehilangan atapnya akibat diterjang angin kencang.

Pusat Hurikan Nasional AS memperkirakan Big Island dan Maui masih akan menerima tambahan curah hujan sekitar 4–8 inci (10–20 cm). Sejak malam 14 Agustus, akumulasi curah hujan tertinggi telah mencapai sekitar 30–35 inci (76–89 cm).

Departemen Transportasi Hawaii sempat menutup Bandara Internasional Hilo dan Bandara Internasional Kona. Hingga saat ini, lebih dari 190 penerbangan yang masuk dan keluar Hawaii mengalami keterlambatan atau pembatalan.

Gubernur Hawaii Josh Green telah menetapkan status darurat di seluruh negara bagian.

“Sekali lagi saya mengingatkan semua orang untuk benar-benar memperhatikan keselamatan. Tolong tetap berada di rumah dan jangan keluar ke jalan dalam keadaan apa pun,” katanya. 

Lala meningkat menjadi tropis kategori 1 pada 15 Agustus, tetapi tidak melakukan pendaratan langsung dan hanya melintas di dekat Big Island. Pada pagi 16 Agustus, badai tersebut melemah menjadi badai tropis dengan kecepatan angin maksimum berkelanjutan sekitar 70 mil per jam (113 km/jam) dan kini bergerak ke arah barat.

Pusat Hurikan Nasional memperingatkan bahwa kecepatan angin di puncak gunung serta di lereng yang menghadap maupun membelakangi arah angin dapat mencapai hingga 30% lebih kuat dibandingkan kecepatan angin di dekat permukaan tanah.

Karena itu, meskipun Lala telah melemah menjadi badai tropis, wilayah dengan ketinggian tinggi masih dapat mengalami angin yang sangat kencang.

Prakiraan cuaca menunjukkan bahwa setelah menjauh dari Hawaii, Lala masih berpotensi kembali mencapai kekuatan hurikan pada pertengahan pekan.

Laporan NTD dari Amerika Serikat oleh reporter Zheng Shengxun.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mobil PM Thailand Tiba-Tiba Digeledah Polisi, Cari Senjata Api-Narkoba
• 8 jam lalu
0
thumb
Perpres Ojol Diperluas, Tarif Antar Makanan dan Barang Bakal Ikut Diatur
• 19 jam lalu
0
thumb
Pramono Anung Minta Politisi Belajar dari SBY soal Kritik dan Pesan ke Publik
• 10 jam lalu
0
thumb
Besaran Dana Tali Asih untuk Korban Meninggal dan Luka-Luka Gempa NTT
• 16 jam lalu
0
thumb
Menyambut Kelahiran Buah Hati di Tengah Getaran Gempa
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.